PRAKTIK KERJA INDUSTRI
(PRAKERIN)
KINERJA
TUNE UP MESIN (MOTOR BENSIN)
![]() |
DISUSUN OLEH
NAMA : DIMAS TRIO SAPUTRO
KELAS : XI TKR U2
NIS : 61. 10963
PAKET KEAHLIAN
: TEKNIK KENDARAAN RINGAN
SMK NUSANTARA 1 COMAL
KELOMPOK TEKNOLOGI DAN INDUSTRI
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan
prakerin ini telah distujui dan disahkan oleh pembimbing laporan
SMK
Nusantara 1 Comal
HARI :
TANGGAL
:
Comal..............................2018
Pembimbing laporan
Feri Kurniawan,S.Pd
Mengetahui
Ketua pokja prakerin SMK Nusantara 1
Comal
Ahmad syukur,S.Kom
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI
Laporan
prakerin ini telah diuji pada hari............tanggal............oleh Penguji
laporan SMK Nusantara 1 Comal dengan hasil............
Comal, .............................2018
Penguji laporan
..................................................
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah Rabbil’Alamin, segala
puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan
Praktik Kerja Industri (Prakerin) ini dengan baik.SMK Nusantara 1 Comal
merupakan sebuah Sekolah Menengah Kejuruan yang menerapkan Program Praktik
Kerja Industri (Prakerin), sebagai sebuah wujud pelaksanaan Pendidikan Sistem
Ganda, sesuai dengan Kurikulum Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) yang telah
ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.Dengan diselenggarakannya
Prakerin di Dunia Usaha/Dunia Industri, diharapakan mampu meningkatkan keahlian
dan profesionalisme siswa sesuai dengan tuntunan dan kebutuhan Dunia
Usaha/Dunia Industri. Selain itu, siswa juga di harapkan akan memiliki etos
kerja yang tinggi, yang meliputi kemampuan, kedisiplinan, motivasi, inisiatif,
dan kreatifitas dalam bekerja, sehingga akan menghasilkan produk yang
berkualitasDalam Penyusunan Laporan Prakerin ini banyak pihak yang telah memberikan
dukungan dan bantuan kepada penulis, Oleh karena itu, kami mengucapkan banyak
terimakasih kepada:
- Bapak Sigit,S.Pd, selaku Kepala SMK Nusantara 1 Comal
- Bapak Rujito,S.Pd selaku Kepala Program Keahlian Teknik Kendaraan RinganSMK Nusantara 1 Comal
- Bapak Feri Kurniawan,S.Pd selaku pembimbing Laporan Prakerin SMK Nusantara 1 Comal
- Bapak sugeng selaku pembimbing industri
- Rekan – rekan tingkat XI TKR U2 SMK Nusantara 1 Comal
- Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu penulis dalam pembuatan dan penyusunan Laporan Prakerin.Kami menyadari bahwa pembuatan dan penyusunan Laporan Prakerin ini masih terdapat kekurangan – kekurangan dan belum sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran kami harapkan demi kesempurnaan Laporan Prakerin ini.
Akhir kata, besar harapan kami agar
Laporan Prakerin ini dapat memberikan manfaat kepada kami serta bagi para
pembaca sekalian.
Comal,............................
2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI
………………………………........2
HALAMAN PENGESAHAN .…………………………………………...…..3
KATA PENGANTAR ……………………………………………………......4
DAFTAR ISI ……………………………………………………………….....5
BAB I
PENDAHULUAN………………………………….…………………6
1.1.
LANDASAN TEORI ………………………………………………...6
1.2.
TUJUAN
…………………………………………………………….6
1.3.
FUNGSI PRODUK/JASA ………………………………………...…7
BAB II LANDASAN TEORI
…………………………………………...……8
BAB III PROSES…… ……………………………………………………....10
3.1.
SEJARAH INDUSTRI ……………………………………………...10
3.2.
DAFTAR FASILITAS INDUSTRI ………………………………...10
3.3.
PROSES KERJA ………………………………………………...….13
a.
JENIS PEKERJAAN ……………………………………......13
b.
GAMBAR KERJA...…………………………………….......13
c.
PERALATAN YANG DIGUNAKAN …………………......14
d.
BAHAN …………………………………………………......14
e.
LANGKAH KERJA…… …………………………………..14
f.
HASIL KERJA ……………………………………..………19
g.
KESELAMATAN KERJA ………………………..………..19
BAB IV PENUTUP …………………………………………..…………….20
14.1. KESIMPULAN
……………………………………..……………....20
14.2. SARAN …………………………………………..…………………21
14.3. DAFTAR
PUSTAKA ……………………………….……………...
22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LANDASAN TEORI
Siswa belajar dan memahami cara membongkar,mengidentifikasi,dan
memasang kembali secara langsung di bengkel di dampingi pembimbing bengkel.
Semua jenis kendaraan baik roda dua atau empat dilengkapi dengan sistem salah
satunya sistem pengapian Fungsi dari sistem pengapian pada kendaraan adalah
menyediakan percikan bunga api listrik pada busi untuk membakar campuran udara
dan bahan bakar di dalam ruang bakar pada akhir langkah kompresi Sehingga
piston dapat bergerak ke bawah untuk menghasilkan tenaga putaran Pada sebuah
mesin. khusus pada kendaraan 4 (empat) silinder Putaran mesin akan di teruskan
ke gardan yang sebelumnya telah melewati Plat kopling,Transmisi dan poros
propeler untuk menggerakan kendaraan
1.2
TUJUAN
1.
Sebagai persyaratan untuk mengikuti Ujian laporan prakerin
2.
Sebagai bukti tertulis atas kegiatan prakerin yang
telah dilaksanakan oleh penulis di dunia usaha/dunia industri
3.
Sebagai penerapan disiplin ilmu dan kompetensi keahlian yang telah
diperoleh penulis pada program keahlian teknik kendaraan ringan SMK Nusantara 1
Comal
4.
Memberikan gambaran tentang tune up pada mobil
5.
Memberikan langkah kerja tentang cara mentune up mobil
6.
Memberikan bagaimana cara mengganti oli mesin
7.
Mengidentifikasi apakah oli yang di gunakan masih layak atau perlu
di ganti.
1.3 Fungsi produk/jasa
1.
Memperbaiki jasa service mobil kepada pelanggan
2.
Perawatan dan perbaikan kerusakan-kerusakan yang menjadi kendala
3.
Menerima konsultasi tentang kerusakan yang menjadi kendala pada
mobil pelanggan
4.
Memberitaukan kerusakan apa saja yang ada pada mobil sehingga pemilik
mobil dapan mengetahui kerusakan mobilnya
5.
Memperbaiki komponen mobil yang rusak agar tidak terjadi Kerusakan
yang lebih parah
BAB II
LANDASAN TEORI
1.
Tune-up mesin ( motor bensin )
a.Memeriksa sistem pendinginan.
b.Memeriksan dan membersihkan saringan udara.
c.Memeriksa baterai.
d.Memeriksa oli mesin.
e.Memeriksa system pengapian.
a.Memeriksa sistem pendinginan.
b.Memeriksan dan membersihkan saringan udara.
c.Memeriksa baterai.
d.Memeriksa oli mesin.
e.Memeriksa system pengapian.
URAIAN KEGIATAN
Berikut ini penulis akan menguraikan
mengenai permasalahan pada kendaraan khususnya mobil,pendiagnosaaan dan
analisisnya serta cara penanggulanganya.Uraian berikut berdasarkan kegiatan
yang penulis lakukan pada waktu prakerin dan dari berbagai sumber lain yang
relevan.
TUNE
UP
Langkah-langkah tune up :
a.
Memeriksa Kuantitas Air Pendingin Pada Reservoir Tank.
Periksa apakah air pendingin berada pada batas full atau low. Kalau kurang maka harus diisi.
Periksa apakah air pendingin berada pada batas full atau low. Kalau kurang maka harus diisi.
b.
Memeriksa Kualitas Air Pendingin.
Periksa apakah air pendingin itu kotor, mengandung serbuk besi, atau berlumpur. Jika demikian maka air pendingin harus diganti.
Catatan : Jangan memeriksa diwaktu panas, karena air dapat muncrat.
Periksa apakah air pendingin itu kotor, mengandung serbuk besi, atau berlumpur. Jika demikian maka air pendingin harus diganti.
Catatan : Jangan memeriksa diwaktu panas, karena air dapat muncrat.
c. Memeriksa Tali Kipas Secara Visual.
Kemungkinan tali kipas sudah aus dan retak atau pecah-pecah. Jika demikian maka tali kipas harus diganti.
Kemungkinan tali kipas sudah aus dan retak atau pecah-pecah. Jika demikian maka tali kipas harus diganti.
d.
Memebersihkan Saringan Udara
5Bersihkan saringan udara dengan menghembuskan udara bertekanan dari dalam ke luar. Jika elemen sudah terlalu kotor atau koyak, maka sebaiknya ganti.
5Bersihkan saringan udara dengan menghembuskan udara bertekanan dari dalam ke luar. Jika elemen sudah terlalu kotor atau koyak, maka sebaiknya ganti.
e.
Memeriksa Baterai Secara Visual
Kemungkinan penyangga baterai berkarat, terminal sudah longgar dan berkarat, serta baterai rusak atau bocor. Jika demikian maka harus diganti.
Kemungkinan penyangga baterai berkarat, terminal sudah longgar dan berkarat, serta baterai rusak atau bocor. Jika demikian maka harus diganti.
f. Memeriksa Tinggi Oli
Tinggi oli harus berada pada antara tanda L dan F. Jika lebih rendah, periksa kemungkinan ada kebocoran lalu tambah oli hingga tanda F. Gunakan oli API service SE.
Tinggi oli harus berada pada antara tanda L dan F. Jika lebih rendah, periksa kemungkinan ada kebocoran lalu tambah oli hingga tanda F. Gunakan oli API service SE.
g. Memeriksa Kualitas Oli
Periksa oli kemungkinan sudah kotor, kemasukan air atau berubah warna. Jika demikian maka sebaiknya oli diganti.
h. Mengganti Saringan Oli (Filter)
Untuk membuka saringan oli menggunakan SST (09228-22020). Sedangkan untuk memasang, cukup dikencangkan dengan tangan. Setelah mesin dihidupkan, periksa kemungkinan terdapat kebocoran dan periksa kembali tinggi oli.
Periksa oli kemungkinan sudah kotor, kemasukan air atau berubah warna. Jika demikian maka sebaiknya oli diganti.
h. Mengganti Saringan Oli (Filter)
Untuk membuka saringan oli menggunakan SST (09228-22020). Sedangkan untuk memasang, cukup dikencangkan dengan tangan. Setelah mesin dihidupkan, periksa kemungkinan terdapat kebocoran dan periksa kembali tinggi oli.
i. Memeriksa Busi Secara Visual
Kemungkinan busi sudah retak, atau ulirnya sudah rusak. Selain itu juga bisa terjadi keausan elektroda, atau elektroda yang terbakar.
Kemungkinan busi sudah retak, atau ulirnya sudah rusak. Selain itu juga bisa terjadi keausan elektroda, atau elektroda yang terbakar.
j. Menyetel Celah Busi
Periksa setiap celah busi menggunakan alat pengukur celah busi. Jika perlu stellah dengan membengkokkan bagian yang menonjol dari elektroda.
Periksa setiap celah busi menggunakan alat pengukur celah busi. Jika perlu stellah dengan membengkokkan bagian yang menonjol dari elektroda.
k.
Memeriksa Tahanan Kabel Tegangan Tinggi
Ukurlah tahanan kabel dengan menggunakan ohm meter, atau bisa juga dengan menggunakan avo meter. Tahanan kabel harus kurang dari 25 kΩ perkabel.
l. Memeriksa dan menyetel celah platina atau celah udara
Ukurlah celah platin dengan menggunakan feeler gauge pada bagian rubbing block. Jika tidak sesuai spek, maka platina perlu distell.
Celah platina : 0,45 mm. Jika platina sudah terbakar atau berlubang-lubang, maka platina harus diganti.
m. Menyetel saat pengapian
Dengan menggunakan timing light, cocokkan tanda-tanda waktu pengapian dengan memutar body distributor.
Saat pengapian : Seri 2K, 3K, 4K : 8oSeb.TMA.
Ukurlah tahanan kabel dengan menggunakan ohm meter, atau bisa juga dengan menggunakan avo meter. Tahanan kabel harus kurang dari 25 kΩ perkabel.
l. Memeriksa dan menyetel celah platina atau celah udara
Ukurlah celah platin dengan menggunakan feeler gauge pada bagian rubbing block. Jika tidak sesuai spek, maka platina perlu distell.
Celah platina : 0,45 mm. Jika platina sudah terbakar atau berlubang-lubang, maka platina harus diganti.
m. Menyetel saat pengapian
Dengan menggunakan timing light, cocokkan tanda-tanda waktu pengapian dengan memutar body distributor.
Saat pengapian : Seri 2K, 3K, 4K : 8oSeb.TMA.
BAB III
PROSES
3.1
SEJARAH INDUSTRI
Bengkel SINAR 68 MOTOR merupakan
bengkel yang terletak di JL RAYA PULO GEBANG RT-11 RW-04 CAKUNG JAKARTA TIMUR.
Bengkel ini berdiri sekitar tahun 2008. Bengkel SINAR 68 MOTOR merupakan suatu
bidang usaha dalam bidang perbengkelan yang menerima perawatan dan perbaikan
kendaraan sejenis mobil. Bengkel ini dipimpin oleh Bapak SUNARYO,dengan
karyawan Berjumlah 11 orang.
3.2
DAFTAR FASILITAS INDUSTRI
a).
LUAS BENGKEL
±PANJANG 20 M
±LEBAR 15 M
±LUAS 20×15 M²
b).
DAFTAR MESIN YANG ADA DI BENGKEL
|
NO
|
Nama
mesin
|
Sepesifikasi
|
Jumlah
|
|
1
|
Kikir
|
Standar
|
5
|
|
2
|
Gerinda
|
Standar
|
2
|
|
3
|
Las
listrik
|
Standar
|
1
|
|
4
|
Bor
|
Standar
|
2
|
C).
DAFTAR ALAT YANG ADA DIBENGKEL
|
NO
|
Nama
peralatan
|
Spesifikasi
|
Jumlah
|
|
1
|
Kunci
ring
|
Standar
|
10 set
|
|
2
|
Kunci
pas
|
Standar
|
11 set
|
|
3
|
Kunci
nipel
|
Standar
|
5 unit
|
|
4
|
Kunci
busi
|
Standar
|
6 unit
|
|
5
|
Kunci
shock
|
Standar
|
11 set
|
|
6
|
Kunci L
|
Standar
|
6 set
|
|
7
|
Kunci
Roda
|
Standar
|
6 unit
|
|
8
|
Kunci
pipa
|
Standar
|
4 unit
|
|
9
|
Kunci
inggris
|
Standar
|
8 unit
|
|
10
|
Kunci
kombinasi
|
8,10,12,14
|
10 unit
|
|
11
|
Kunci T
|
8,10,12,14
|
16 unit
|
|
12
|
Tang
|
Standar
|
10 unit
|
|
13
|
Tang
betet
|
Standar
|
11 unit
|
|
14
|
Dongkrak
buaya
|
Srandar
|
3 unit
|
|
15
|
Dongkrak
botol
|
Standar
|
2 unit
|
|
16
|
Jangka
sorong
|
0,5
|
1 unit
|
|
17
|
Ragum
|
Standar
|
2 unit
|
|
18
|
Gergaji
besi
|
Standar
|
3 unit
|
|
19
|
Palu
besi
|
Standar
|
4 unit
|
|
20
|
Teslem
|
Standar
|
2 unit
|
|
21
|
Tang
potong
|
Standar
|
10 unit
|
|
22
|
Obeng
(+)
|
Standar
|
12 unit
|
|
23
|
Obeng
(-)
|
Standar
|
14 unit
|
|
24
|
Tang
snapring
|
Standar
|
3 unit
|
3.3
PROSES KERJA
3.3.1
JENIS PEKERJAAN
Dibagian ini kita akan membahas
tentang tune up mesin TuneUp adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai
oleh bengkel, baik itutuneup mesin konvensionaLmaupun tuneupmesin
ElectronicFeulinjection. Sebetulnya untuk urutan langkah tuneup mesin konvensional
ataupun engine tuneup Electronic Feulinjection adalah terserah dari si pelaku
tuneup, yang penting semua item yang harus diperiksa dilakukan pemeriksaan,
tetapi kita juga harus memperhatikan dari efisiensi waktu.
3.3.2
GAMBAR KERJA

3.3.3
PERALATAN YANG DIGUNAKAN
1. Tool Cady, sebagai tempat
penyimpanan dan wadah alat kerja
2. Kompresor, sebagai penyuplai
utama udara bertekanan tinggi
3. Kain Lap, untuk membersihkan alat
kerja yang kotor
4. Stall
Service, sebagai tempat service mobil
5. Airgun, untuk membersihkan
komponen yang kotor dan lainnya
6. Bak Oli, sebagai wadah saat
menguras oli
7. Dongkrak, untuk mengangkat mobil
8. Selang udara, sebagai penghubung
kompresor dengan alat kerja tenaga udara
9. Jackstand, sebagai penyangga body
kendaraan
10.
Engine Analizer.
11. Kunci-kunci, untuk mentune up
3.3.4
BAHAN
1.Bak untuk wadah
2. Penampan
3.3.5
LANGKAH KERJA
1. Air Cleaner atau air box
Bersihkan Air Cleaner menggunakan
kompresor (angin) agar Air Cleaner tetap dalam keadaan bersih, sehingga udara
yang masuk kedalam ruang pembakaran bersama bahan bakar tetap bersih.

2. Koil dan Kabel Tegangan
Biasanya didalam mesin Electronic
Fuel Injection koil dan kabel tegangan sudah dirangkai menjadi satu komponen.
Jadi pemeriksaan koil dan kabel tegangan di cek secara bersamaan menggunakan
multimeter, hal ini dilakukan agar mengetahui koil masih efisien atau tidak.
Cara pemeriksaannya, hubungan multi meter dengan koil dan kabel tegangannya,
ketika multimeter di hubungkan pada koil dan kabel tegangan maka jarum pada
multimeter akan menunjukan angka 50, 50 tersebut menyatakan 50 ampere. Hal tersebut
menujukan bahwa koildan kabel tegangan masih efisien, namun jika jarum pada
multimeter menunjukan kurang atau lebih dari 50, maka koil dan kabel tegangan
menujukan tidak efisien.

3. Busi
Biasanya pada busi tidak hanya di
bersihkan tetapi juga bisa di ganti dengan yang baru tergantung kepada keadaan
busi masih bagus atau tidak. Namun biasanya penggantain busi sering dilakukan
pada Kilo Meter 20.000. jadi jika
keaadaan busi masih bagus bersihkan busi menggunakan hamplas atau sikat kawat.
Dan stel celah busi menggunakan feeler gauge untuk mendapatkan keakuratan. Cara
menunjukan busi bagus atau tidak, hal tersebut dapat diliat dengan kasat mata
jika, yaitu jika elektroda masanya sudah menipis.

4. Trottole Body dan Idle Speed Control
Bersihkan trottole body dan Idle
Speed Control menggunakan Carburrator Cleaner dan bersihkan pembersih yang
menempel pada Trottole body dan Idle Speed Control menggunakan lap yang bersih.
Hal ini bertujuan agar ktika bahan bakar dan udara menyatu tidak ada debu yang
terbawa kedalam ruang pembakaran. Dan agar tidak melenceng dalam mengatur
Revolutions Per Minute karena Idle speed control berfungsi untuk mengatur
Revolutions Per Minute.

5. Feul Filter (saringan bahan bakar)
Bersihkan Feul Filter dengan
menyemprot lubang masuk atau keluar bahan bakar dari Feul Filter menggunakan
kompresor (angin). Hal ini dilakukan agar Feul Filter berfungsi dengan baik,
sehingga tidak ada penyumbatan dalam Feul Filter atau pun terbawa nya debu
keruang pembakran.

6. Oli (pelumas)
Ganti oli yang sudah lama dengan
yang baru agar tidak terjadi ke ausan pada mesin, sehingga langkah kompresi
tetap stabil. Agar mesin tetap nyaman dan tidak cepat aus maka penggantian oli
ini harus dilkukan secara berkala. Sehingga kesetabilan dan suhu pada ruang
pembakaran tetap terjaga.

7. Uji Emisi
Terakhir
lakukan Uji Emisi, untuk melakukan Uji Emisi gunkan alat Egine Analizer Hal ini
dilakukan auntuk mengetahui proses pembakaran pada mesin, apakah sudah efisien
atau tidak, carbon monoksida ideal berkisar di bawah 1 persen. Jika alat
tersebut menunjukan dibawah 1 persen maka Carbon monoksida pada proses
pembakaran masih efisien, namun jika alat tersebut menujukan hasil di atas 1
persen maka proses pembakaran tersebut
sudah tidak efisien, biasanya harus dilakukan service pada sistem bahan bakar.

8. Langkah Akhir
Setelah
selesai melaksanakan tune up, agar tercipta kesejahteraan, keselamatan, dan
keamanan kerja baik untuk mekanik ataupun peralatan. Maka langkah terakhir yaitu
bereskan (rapihkan) dan simpan kembali alat-alat yang sudah di gunakan ketempat
penyimpanan alat.
3.3.6 HASIL KERJA
Setelah melakukan pengecekan dari
tune up tersebut, ternyata stik cuil pada mobil tersebut perlu di ganti karna
stik cuil bocor atau tidak layak pakai kembali. Kemudian busi,filter
udara,filter oli, juga perlu diganti.
3.3.7 .KESELAMATAN KERJA
a. Memakai
pakaian kerja (wear pack )
b. Berdoa
sebelum dan sesudah praktik
c. Gunakan
alat sesuai fungsinya
d. Tidak
bercanda saat praktik
e. Bila
bingung laporkan ke pembimbing atau karyawan
f. Mengembalikan
alat pada tempatnya
g. Hati hati saat memasang kabel tegangan
tinggi
BAB IV
PENUTUP
4.1
KESIMPULAN
Dengan adanya kegiatan prakerin,hubungan
yang saling mengutungkan antara Dunia Usaha/Dunia Industri dan sekolah dapat
terjamin.Dunia Usaha sedikit terbantu dengan adanya siswa SMK yang melaksanakan
prakerin,sedangkan pihak sekolah khususnya para siswa dapat memperoleh
ketrampilan tambahan yang tidak didapatkanya di sekolah.Dengan adanya hal
tersebut di atas,maka program link and match dapat berjalan sebagaimana
mestinya. Dalam hal ini Dunia Usaha/Dunia Industri turut berperan serta dalam
mencetak tenaga tingkat menengah yang pada akhirnya dapat menekanangka
pengangguran sekecil mungkin.
Dalam melaksanakan suatu hal pasti timbul
kendala, begitu juga dengan penulis dalam melksanakan Prakerin. Kendala yang
timbul antara lain:
1.
Ketidak percayaan pemilik kendaraan bila ditangani oleh siswa Prakerin.
2.
Adanya perbedaan antara teori di sekolah dengan pelaksanaan praktik di industri.
4.2
SARAN
Penulis berharap agar program praktik
kerja industri (Prakerin) yang telah berjalan selama ini dapat dipertahankan.untuk
itu partisipasi dari berbagai pihak seperti pihak sekolah, Dunia Usaha/Dunia
Industri, dan para siswa itu sendiri harus dapat dipertahankan demi kelancaran
prakerin itu sendiri.saran penulis untuk program prakerin yang selanjutnya adalah
agar sekolah (dalam hal ini pembimbing) lebih intensif dan aktif dalam
melakukan pengawasan terhadap siswa yang melaksanakan Prakerin, agar tingkat
ketidakhadiran siswa di tempat Prakerin dapat diminimalisir.
Menurut penulis, seharusnya pemadatan
materi untuk siswa yang akan melaksanakan Prakerin dilakukan sebelum siswa
melaksanakan prakerin,agar pada saat prakerin siswa dapat tetap belajar dengan
baik dan tidak tertinggal materi pelajaran.dan setelah prakerin usai,untuk
aiawa dapat diadakan evaluasi dari materi pelajaran yang telah diberikan
sebelum siswa melaksanakan Prakerin.
Terima kasih.
4.3 DAFTAR PUSTAKA
Dimas Trio Saputro, 2018. Laporan
Pelaksanaan Praktik Kerja Industri di bengkel SINAR 68 Motor .jl.
Raya pulo gebang RT 11 RW 4, Cakung Jakarta Timur: SMK NUSANTARA 1 COMAL
LEMBAR KONSULING
NAMA SISWA :
DIMAS TRIO SAPUTRO
KELAS : XI TKR U2
NIS : 16. 10963
PAKET KEAHLIAN : TEKNIK KENDARAAN
RINGAN
|
NO
|
HARI/TANGGAL
|
URAIAN
|
TANDATANGAN PEMBIMBING
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Comal ..................2018
Pembimbing Laporan
Feri Kurniawan,S.Pd

No comments:
Post a Comment