LAPORAN
PRAKTIK KERJA INDUSTRI
( PRAKERIN )
KINERJA:
MEMPERBAIKI SISTEM STARTER TIPE KONVENSIONAL PADA MOBIL
KIJANG SUPER
PT.PERKEBUNAN NUSANTARA IX
DISUSUN OLEH :
NAMA :
ADI PRASTIO
KELAS :
XI. TKRU2
NIS :
PROGRAM KEAHLIAN : TKR (Teknik Kendaraan Ringan)
SMK NUSANTARA 1 COMAL
KELOMPOK TEKNOLOGI DAN
INDUSTRI
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Prakerin ini
telah disetujui dan disahkan oleh pembimbing laporan
SMK Nusantara 1 Comal
pada :
Hari
: _____________________
Tanggal : _____________________
Comal,.…………….2018
Pembimbing
Laporan
Feri
Kurniawan, S. Pd
Mengetahui,
Ketua Pokja Prakerin SMK Nusantara 1 Comal
Ahmad Syukur, S.Kom
HALAMAN PENGESAHAN
PENGUJI
Laporan prakerin ini telah diuji pada hari …………..
tanggal ……….. oleh penguji laporan SMK Nusantara 1 Comal dengan hasil ………………
Comal, ……………………2018
Penguji laporan
………………………...
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, segala puji dan
syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Industri (Prakerin) ini dengan baik.
SMK
Nusantara 1 Comal merupakan sebuah Sekolah Menengah Kejuruan yang menerapkan
program Praktik Kerja Industri
(Prakerin), sebagai sebuah wujud pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda,
sesuai dengan Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang telah ditetapkan
oleh Departemen Pendidikan Nasional.
Dengan diselenggarakannya Prakerin di Dunia Usaha / Dunia
Industri, diharapkan mampu meningkatkan
keahlian dan profesionalisme siswa sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan Dunia
Usaha / Dunia Industri. Selain itu, siswa juga diharapkan akan memiliki etos
kerja yang tinggi, yang meliputi kemampuan, kedisiplinan, motivasi, inisiatif,
dan kreatifitas dalam bekerja, sehingga akan menghasilkan produk yang
berkualitas.
Dalam penyusunan Laporan Prakerin ini banyak pihak
yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepada penulis. Oleh karena itu,
penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1.
Bapak H.Sigit Hartono,
S.Pd selaku Kepala SMK Nusantara 1 Comal
2.
Bapak Rujito, S.Pd selaku Kepala Program Keahlian Teknik Kendaraan
Ringan
3.
Bapak Feri Kurniawan,S.Pd selaku pembimbing laporan prakerin SMK
Nusantara 1 Comal
4.
Bapak Syaeful Akrom, ST.selaku Pembimbing Industri
5.
Rekan – rekan tingkat XI TKRU2 SMK Nusantara 1 Comal
Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah
membantu penulis dalam pembuatan dan penyusunan Laporan Prakerin.
Penulis menyadari bahwa pembuatan dan penyusunan
Laporan Prakerin ini masih terdapat kekurangan-kekurangan dan belum sempurna,
oleh karena itu segala kritik dan saran penulis harapkan demi kesempurnaan
Laporan Prakerin ini.
Akhir
kata, besar harapan penulis agar Laporan Prakerin ini dapat memberikan manfaat
kepada penulis serta bagi para pembaca sekalian.
Comal, ……………..2018.
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL.......................................................................................
i
HALAMAN
PENGESAHAN........................................................................
ii
KATA
PENGANTAR.....................................................................................
iii
DAFTAR
ISI .................................................................................................. v
DAFTAR
GAMBAR.......................................................................................
vi
BAB
I PENDAHULUAN
1.1. LATAR
BELAKANG.............................................................
7
1.2. TUJUAN
................................................................................. 8
1.3. FUNGSI PRODUK / JASA .................................................. 8
BAB
II LANDASAN
TEORI ..................................................................... 9
BAB
III PROSES KERJA
3.1. SEJARAH
INDUSTRI ........................................................... 20
3.2. DAFTAR
FASILITAS INDUSTRI ....................................... 21
3.3. PROSES
KERJA .................................................................... 21
3.3.1 JENIS
PEKERJAAN .................................................... 21
3.3.2 GAMBAR
KERJA ........................................................ 21
3.3.3 PERALATAN
YANG DIGUNAKAN.........................
22
3.3.4 BAHAN..........................................................................
23
3.3.5 LANGKAH
KERJA.......................................................
23
3.3.6 HASIL
KERJA...............................................................
25
3.3.7 KESELAMATAN
KERJA.............................................
26
BAB
IV PENUTUP
4.1. KESIMPULAN........................................................................
27
4.2. SARAN
................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA
……………………………………….......... 29
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Ada hal
yang menjengkelkan saat mau menghidupkan mobil yaitu starter mobil yang mogok
tidak bisa dihidupkan. Jika pada motor kita electric starter pada motor mogok
kita masih bisa menggunakan kick starter, tetapi jika menggunakan mobil
pastinya akan bermasalah karena tidak ada namanya kick starter. Solusinya jika
mobil tipe manual bisa didorong untuk menyalakan mesin, tetapi jika matic tidak
bisa jika didorong.
Penyebab dari starter mobil tidak bisa biasanya ada pada aki yang
lemah, kabel kelistrikan, relay ataupun pada dinamo mobil yang rusak. Nah
disini saya akan membahas mengenai beberapa penyebab dinamo starter mobil yang
rusak. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan dinamo mobil ini rusak. Pada
kendaraan mobil dinamo starter merupakan komponen yang tidak kalah penting dan
merupakan komponen vital bagi kendaraan. Ketika mesin mobil mulai dinyalakan,
komponen yang satu ini berkerja sebagai penggerak untuk memutar roda gila dan
menyalakan mesin.
Dinamo starter pada kendaraan berfungsi untuk memutar mesin pertama
kalinya, dengan ditemukan nya stater maka anda tidak perlu lagi menghidupkan
mesin mobil anda dengan mengengkol atau dengan mendorong nya.
Saat menyalakan mesin atau stater mobil, baiknya di barangi
menginjak pedal kopling, hal ini di maksudkan agar mengingatkan kita
sebagai pengendara supaya tidak lupa memastikan bahwa sebelum stater
mesin, gigi persneleng harus dalam keadaan netral.
Supaya mobil tidak langsung jalan atau mental pada saat stater dalam
kondisi gigi persneleng atau transmisi sedang masuk. Sistem tadi di maksudkan
untuk anda pengendara yang punya kebiasaan parkir kendaraan dalam kondisi gigi
persneleng dimasukan. Untuk membantu pengereman, kebiasaan yang tidak perlu di
lakukan, sebab telah ada hand rem.
1.2 TUJUAN
Tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai
berikut :
1. Sebagai
persyaratan untuk dapat mengikuti Ujian Laporan Prakerin.
2. Sebagai
bukti tertulis atas kegiatan Prakerin yang telah dilaksanakan oleh penulis di
Dunia Usaha / Dunia Industri.
3. Sebagai
penerapan disiplin ilmu dan kompetensi keahlian yang telah diperoleh penulis
pada Program Keahlian Teknik Sepeda
Motor SMK Nusantara 1 Comal.
4. Memberikan
gambaran tentang komonen – komponen pada
CVT sepeda motor Beat.
BAB II
LANDASAN TEORI
1. DINAMO STARTER
Dinamo
stater atau motor starter adalah merupakan salah satu komponen mesin kendaraan
yang berfungsi untuk memutar mesin untuk pertama kali. Dinamo starter atau
motor stater merubah energi listrik menjadi energi gerak untuk memutar
crankshaft mesin atau poros mesin melalui fly wheel atau roda gila.
Prinsip
kerja dinamo starter atau cara kerja dinamo starter untuk mobil bensin maupun
mobil diesel adalah sama. Gambar di bawah adalah sistem stater mobil dengan
dengan cara menginjak pedal kopling, hal ini di maksudkan untuk mengingatkan
kita sebagai pengendara agar tidak lupa pastikan bahwa sebelum stater mesin,
gigi persneleng harus netral. Agar mobil tidak langsung lari kalau saat stater
kondisi gigi persneleng atau transmisi sedang masuk.Sistem diatas di maksudkan
untuk kita yang punya kebiasaan parkir kendaraan dengan masukan gigi persneleng
untuk membantu pengereman, kebiasaan yang tidak perlu di lakukan, kan sudah ada
hand rem.
Skema
Sistem Starter dengan Switch Kopling
Berikut cara kerja motor stater Mobil secara umum:
Sambil perhatikan gambar di atas,
saat starter switch atau kunci kontak posisi start arah aliran arus
terlihat gambar di bawah.
Pull-in-coil
akan menarik kontak untuk menghubungkan terminal “30” dengan terminal ” C ” jika
arus listrik sampai ke ground.Artinya tidak ada jalur yang terputus antara
Pull-in-coil sampai ke ground, tetapi jika arus listrik terputus mungkin
disebabkan karbon brush habis ” karbon brush terletak sebelum dan sesudah
armature”, pull-in-coil tidak akan bekerja dan motor stater tidak akan
berkerja.
Tanda
untuk mobil dengan relay stater, hanya akan terdengar kontak relay stater
terhubung saat stater tetapi dinamo stater atau motor starter tidak
bekerja, ini kalau karbon brush habis. Saat karbon brush habis maka arus
listrik tidak mengalir dari pull in coil menuju ground,lihat gambar di atas
(karbon brush berada di armature dan field coil).
Pada
kondisi normal setelah Pull-in-coil menarik kontak sekaligus plunger dan shift
lever mendorong pinion untuk menghubungkan putaran motor stater dengan roda
gila atau flywheel, secara elektrikal berikut arah aliran arus listriknya.
Setelah
kontak selenoid atau terminal “30” dan terminal “C” terhubung, pull-in-coil
tidak bekerja lagi karena tegangan atau voltase antara terminal “50” dengan
terminal “C” hampir sama.
Saat motor stater memutar roda gila, Hold-in-coil memegang peranan utama untuk menahan kontak untuk menghubungkan terminal “30” dan terminal “C” dan menahan gigi pinion yang memutar flywheel atau roda gila, sampai mesin hidup.
Pada sebuah
motor atau mobil, kita pasti akan menggunakan tombol start untuk menghidupkan
mesin. Dan tombol ini merupakan saklar untuk mengaktifkan motor starter, lantas
apa itu motor starter dan apa fungsinya ?
Pengertian
Motor starter adalah sebuah komponen aktuator elektronika yang berbentuk motor
listrik untuk dijadikan sebagai stimulasi putaran mesin saat RPM awal.
Fungsi utama
Motor starter adalah untuk menghidupkan mesin, kita tahu sebuah mesin tidak
bisa hidup dengan sendiri. Perlu stimulasi berupa RPM input dari engkolan atau
secara elektrik menggunakan motor listrik.Sistem kerja motor ini sama seperti
motor pada umumnya yang menggunakan hukum elektromagnetik. Dimana energi
listrik akan diubah menjadi energi putar akibat perpotongaan gari gaya magnet.
Bagian-bagian
motor starter
komponen
didalam motor starter antara lain ;
1.
Armature Coil, armature coil adalah kumparan
statis yang terletak dibagian frame motor mengitari commutator. Ada sekitar 3
sampai 4 kumparan armature didalam motor starter yang digunakan untuk
membangkitkan kemagnetan secara kuat.
2.
Cummutator/rotor coil, sementara commutator
merupakan kumparan dinamis yang terletak pada poros motor starter. fungsinya
sama yakni untuk membangkitkan kemagnetan didalam rotor, sehingga saat
kemagnetan itu bertemu akan terjadi pergerakan.
3.
Poros tengah. poros central motor starter
menghubungikan commutator, pinion gear dan bagian depan motor starter yang
memungkinkan semua itu berputar.
4.
Pinion Gear, pinion gear adalah roda gigi kecil
yang terletak diujung poros motor stater. Roda gigi ini akan terpaut ke roda
gigi flywheel saat motor starter diaktifkan sehingga putaran motor sanggup
memutar poros engkol mesin.
5.
Brush asyembly, ini merupakan rangkaian sikat
dibagian depan motor stater. sebenarnya ada dua sikat yang diperlukan yakni
sikat positif dan sikat negatif. namun karena poros ini besar dan memerlukan
daya yang besar pula maka brush diletakan secara double. fungsinya untuk
menghantarkan arus listrik ke commutator yang bersifat dinamis.
Ketika arus
sampai ke terminal starter, maka armature dan rotor coil akan muncul gaya
kemagnetan. Gaya kemagnetan pada kedua komponen ini cukup besar karena jumlah
lilitan kedua kumparan ini juga banyak, sehingga putaran yang dihasilkan
memiliki daya cukup besar.
Putaran
tersebut disalurkan kearah pinion gear. Sebelum putaran ini ditautkan ke
flywheel mesin biasanya akan melewati konverter agar daya yang dihasilkan juga
lebih besar. Umumnya ada tiga tipe yakni
a.
Tipe Planetary
b.
Tipe Reduksi
c.
Tipe
Untuk tipe planetary dan reduksi kurang lebih sama yakni mengurangi RPM motor untuk menghasilkan moment yang lebih besar. Hal ini ditujukan untuk mesin diesel yang juga memiliki tekanan kompresi tinggi, sehingga putaran starter juga harus lebih kuat. Pada kendaraan mobil dinamo starter merupakan komponen yang tidak kalah penting dan merupakan komponen vital bagi kendaraan. Ketika mesin mobil mulai dinyalakan, komponen yang satu ini berkerja sebagai penggerak untuk memutar roda gila dan menyalakan mesin.
Dinamo starter pada
kendaraan berfungsi untuk memutar mesin pertama kalinya, dengan ditemukan nya
stater maka anda tidak perlu lagi menghidupkan mesin mobil anda dengan
mengengkol atau dengan mendorong nya.
Saat menyalakan
mesin atau stater mobil, baiknya di barangi menginjak pedal kopling, hal ini di
maksudkan agar mengingatkan kita sebagai pengendara supaya tidak lupa
memastikan bahwa sebelum stater mesin, gigi persneleng harus dalam keadaan
netral.
Supaya mobil tidak
langsung jalan atau mental pada saat stater dalam kondisi gigi persneleng atau
transmisi sedang masuk.
Sistem tadi di
maksudkan untuk anda pengendara yang punya kebiasaan parkir kendaraan dalam
kondisi gigi persneleng dimasukan. Untuk membantu pengereman, kebiasaan yang
tidak perlu di lakukan, sebab telah ada hand rem.
Cara kerja stater secara umum:
Pada saat starter
switch atau kunci kontak dalam posisi start, arah aliran arus, pull-in-coil
akan menarik kontak untuk menghubungkan terminal “30” dengan terminal “C”, jika
arus listrik sampai ke ground.
Tidak ada jalur
yang terputus antara Pull-in-coil sampai ke ground, tapi jika arus listrik
terputus mungkin disebabkan karbon brush habis ” karbon brush terletak sebelum
dan sesudah armature”, pull-in-coil tidak akan bekerja dan motor stater tidak
akan berkerja.
Tanda untuk mobil
dengan relay stater, hanya akan terdengar kontak relay stater terhubung saat
stater tetapi dinamo stater atau motor starter tidak bekerja, ini kalau
karbon brush habis.
Pada kondisi normal
setelah Pull-in-coil menarik kontak sekaligus plunger dan shift lever mendorong
pinion untuk menghubungkan putaran motor stater dengan roda gila atau flywheel,
secara elektrikal berikut arah aliran arus listriknya.
Setelah kontak selenoid atau terminal “30” dan terminal “C”
terhubung, pull-in-coil tidak bekerja lagi karena tegangan atau voltase antara
terminal “50” dengan terminal “C” hampir sama.
Pada saat motor stater memutar roda gila, Hold-in-coil memegang
peranan utama untuk menahan kontak untuk menghubungkan terminal “30” dan
terminal “C” dan menahan gigi pinion yang memutar flywheel atau roda gila,
sampai mesin hidup.
Komponen dynamo starterdanfungsinya
1.)
Pole
Core: Sebagaipenopang field coil danmemperkuatmedan magnet yang ditimbulkandari
field coil
2.)
Yoke:
sebagaitempat pole core dan field coil yang diikatdengansekrup
3.)
Armature dan shaft
berfungsiuntukmeneruskaan energy listikmenjadi energy
mekanikataugerakdalambentukgerakputar
4.)
Brush Holder:
Berfungsiuntukpengeremanpada armature brake jugaberfungsiuntukmengalirkanaruslistrik
5.)
Lever:
Berfungsiuntukmendorong pinion gear kedepan agar bersinggungandengan fly wheel
6.)
Pinion
Gear: Berfungsiuntukmemutar fly wheel
7.)
Solenoid:
Berfungsiuntukmenarik lever danjugamenyalurkanaruslistrik
8.)
End
Frame: Berfungsipenutupbagianbelakang yoke
9.)
Over
and End Frame: Berfungsiuntukmelindungi pinion gear
danjugasebagaipenutupbagiandepan yoke
10.)
Bolt:
Berfungsiuntukmenyatukankomponen
11.)
Overtunning
clutch: Berfungsiuntukmeneruskangayaputardari shaft
BAB III
PROSES
3.1 SEJARAH INDUSTRI
Berikut
adalah alat – alat yang ada di bengkel Dedi jaya Motor
|
No
|
Nama alat – alat
|
Jumlah
|
|
1.
|
Kompresor
|
|
|
2.
|
Kunci shock
|
|
|
3.
|
Kunci pas
|
|
|
4.
|
Kunci T
|
|
|
5.
|
Kunci Ring
|
|
|
6.
|
Kunci Ketrok
|
|
|
7.
|
Obeng +
|
|
|
8.
|
Obeng -
|
|
|
9.
|
Obeng Seting
|
|
|
10.
|
Nampan
|
|
|
11.
|
Bor
|
|
|
12.
|
Gerinda
|
|
|
13.
|
Tang kombinasi
|
|
|
14.
|
Tang external
|
|
|
15.
|
Tang internal
|
|
|
16.
|
Palu
|
|
|
17.
|
Kunci inggris
|
|
|
18.
|
Betel
|
|
|
19.
|
Kunci kelp
|
|
|
20.
|
Filler gauge
|
|
|
21.
|
Multi tester
|
|
|
22.
|
Kunci busi 2 tak
a tak
|
|
|
23.
|
Kunci T
kombinasi
|
|
|
24.
|
Onderdil dan
suku cadang motor
|
|
|
25.
|
Soulder
|
|
3.2 DAFTAR FASILITAS INDUSTRI
Beberapa fasilitas yang ada di bengkel Dedi Motor Jaya
a. Luas bengkel P = 8 meter
L = 8 meter
b. Lengkap alat – alat bengkel dan kunci shock
c. 1 motor
d. 1 buah dispenser dan gelas
e. 1 buah TV dan radio
3.3 PROSES KERJA
3.3.1 jenis pekerjaan
a. mengecek dan
memperbaiki dinamo starter
3.3.2 Gambar Langkah
a. dinamo starter yang rusak
b. tampak bagian dalam
3.3.3 Peralatan Yang
digunakan
a.
Kunci
T No. 8
b.
Obeng + dan –
c.
Kunci
ring No. 20-22
d.
Baut
no 10
e.
Kunci
Shock 19
f.
Penahan
/ Pedock
g.
Kunci
kacamata No 39
h.
Lap
bersih
3.3.4 bahan
a.
Dinamo
starter
3.3.5 LANGKAH KERJA
Perawatan
berkala dynamo starter
1.)
Pastikan terlebih dahulu aki dalam kondisi baik. Cara yang
paling pas dan efektif dengan memakai alat pengukur alias volt meter.
Kondisiaki yang baik ada di angka 12-13.7 volt (dalam kondisi mesin mati).
Angka 12 Volt merupakan angka paling kritis. Apabila angka berada di
bawah itu maka besar kemungkinan aki bermasalah. Jika voltmeter
menunjukan range angka normal, biang keladi masalah ada di unit dinamo starter.
2.)
Setelah dilepas dari kendaraan, unit dinamo starter kemudian
dibongkar untuk memastikan kondisi perangkat yang ada di dalamnya
3.)
Setelah dibongkar maka akan terlihat kondisi bagian peranti
dalam dinamo starter tersebut, cuci dan bersihkan dengan bensin terutama pada
motor armature dan bagian mekanikalnya.
4.)
Kondisi kumparan pada Yoke menjadi perhatian pertamanya. Jika
pembungkus kumparan pada unit tersebut meleleh, maka harus segera
diganti.
5.)
Kondisi pada motor armature jadi focus perhatian selanjutnya.
Tak jarang permasalahan muncul dari kondisi pelumasan pada as motor armature
yang telah kering. Makalumasi unit mekanikal dari mulai as hingga gir-gir
penggerak dinamo starter tersebut.
6.)
Selenoidja dibagian yang diamati berikutnya. Kebersihan
solenoid harus dijaga, namun tak jarang tembaga yang berada dalam kumparan nya
mengalami keausan. Jika hal ini terjadi, unit solenoid wajib diganti utuh
dengan yang baru. Hal ini dikarenakan tembaga yang beradadalam unit initelah
tipis dan tidak bisa diganti.
7.)
Rakit kembali unit dynamo dan pastikan sekat kabel dynamo
dalam kondisi baik. Apabila kondisi sebaliknya usahakan sekat tersebut tetap
rapat sehingga tidak kemasukan air. Proses pengedapan pada sekat ini dapat dilakukan
dengan menggunakan selotip atau pun sealer.
8.)
Pasang tutup (cover) dinamo starter dan pasang kembali pada
unit kendaraan.
Cara perbaikan dynamo starter
1.
Periksa fisik dinamo starter apakah terjadi kerusakan pada bodynya
semisal karat, kerak atau yang lainnya. Bersihkan dengan menyikat sehingga terlihat
bersih.
2.
Anda memeriksa semua koneksi
kabel ke dan dari dinamo starter terhubung dengan baik, lihatlah pada sambungan
kabel apakah putus, solder timah yang lepas, korosi dan lainnya.
3.
Dinamo starter atau generator mempunyai komponen berupa kumparan
kabel tembaga di dalamnya untuk starting mesin, kumparan kabel pada umumnya dirangkai
seri ataupun paralel. Periksa apakah kumparan
terjadi korsleting ataukah kawat internal yang rusak atau terbakar sehingga tidak
terjadi arus listrik.
4.
Jika sepeda motor Anda diproduksi di bawah tahun 2000-an maka
cek pengaturan tegangan di regulator karena pada masa itu belum ada elektronik
solid state. Periksa apakah ada bagian using atau gosong
Alat yang di
pergunakanuntukmemperbaiki dynamo starter
1.)
Kunci
pas/ring 1 set
2.)
3.)
Kunci
L 1 set
4.)
5.)
Obeng
plus (+)
BAB IV
PENUTUP
Setelah saya mengamati kembali apa-apa yang sudah saya tulis
dalam laporan, maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Prakerin sangat
berguna bagi siawa untuk menambah pandangan wawasan, pengetahuan dan pengalaman
kerja serta keterampilan yang nyata dalam dunia usaha.
2. Dengan program
PRAKERIN siswa dapat terjun langsung kedunia kerja.
3. Dengan PRAKERIN
diharaukan cara
berpikir siswa dapat lebih luas menganai kegiatan atau pekerjaan dalam
bidan otomotif serta dapat bersikap lebih dewasa dan mandiri.
4. Dengan program
PRAKERIN di harapkan siswa dapat menembangkan
pengetahuan yang di peroleh dari dunia usaha dan
selanjutnya di terapkan
dalam kehidupan dan dapat menjadi bekal dalam menghadapi
era globalisasi yang menuntut setiap dunia usaha memiliki SDM yang tinggi yang
mampu bersaing dengan asing dan negara lain.
5. Program pelaksanaan Praktek
Kerja Industry sangat tepat bagi siswa SMK untuk menambah pengalaman dan
keterampilan kerja dibidang Teknik Mekanik Otomotif khususnya.
6. Dengan diadakannya PSG peserta dapat
memperoleh pengukuran kerja dilapangan dan memperoleh pengetahuan khususnya
dalam bidang praktek.
B. Saran
Untuk mendukung terlaksananya program praktek kerja industry
(prakerin ) yang akan dating maka dengan ini penulis memberikan saran yang
sekiranya dapat di pertimbangkan.
1. Saran untuk sekolah
Dalam
hal ini penulis menyarankan kepada guru mata diklat otomotif , agar ilmu –ilmu
keteknikan yang akan di ajarkan harus di imbangidengan praktek dan peralatan
yang mendukung sehigga pada saat pelaksanaan praktek siswa tidak merasa
canggung lag iatau bersikap pasif dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan di dunia
usaha/industry.
2. Saran untuk perusahaan
Untuk
lebih memper dalam pengalaman siswa, hendaknya perusaan memberikan pekerjaan
yang sekiranya dapat dilakukan oleh siswa, hal ini dilakukan dengan pengawasan
dari pada pembimbing untuk menghindari terjadinya kesalahan dalambekerja dan
untuk menghindari kecelakaan kerja.
3. Pada saat bekerja gunakanlah
alat-alat dengan baik
4. Patuhilah tata tertib yang telah dibuat
oleh suatu bengkel atau tempat kerja
5. Bertanggung jawablah sepenuhnya pada
pekerjaan yang dilakukan hingga pekerjaan selesai.
DAFTAR
PUSTAKA
LEMBAR
KONSULTASI
NAMA SISWA :
KELAS :
NIS :
PROGRAM KEAHLIAN : Teknik Kendaraan Ringan (TKR)
|
NO
|
HARI/TANGGAL
|
URAIAN
|
TD. TANGAN PEMBIMBING
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Comal,
2018
Pembimbing Laporan
Feri Kurniawan, S.Pd
No comments:
Post a Comment