Saturday, December 1, 2018

Laporan Prakerin Sistem Karburator


LAPORAN
KERJA PRAKTIK INDUSTRI
( PRAKERIN )
KINERJA :
MEMPERBAIKI SISTEM KARBURATOR KONVENSIONAL PADA MOBIL KIJANG SUPER
DI PT.PERKEBUNAN NUSANTARA IX





DISUSUN OLEH
NAMA                                 :  MAMAN TURYANA
KELAS                                 : XI. TKRU2
NIS                                       :  15.10150
PROGRAM KEAHLIAN   : TEKNIK KENDARAAN RINGAN

SMK NUSANTARA 1 COMAL
KELOMPOK TEKNOLOGI DAN INDUSTRI
TAHUN PELAJARAN 2017/2018

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Prakerin ini telah disetujui dan disahkan oleh pembimbing laporan
SMK Nusantara 1 Comal pada :

Hari                             :
Tanggal                       :




Comal,                      2018
Pembimbing Laporan


Feri Kurniawan,S.Pd

Mengetahui,
Ketua Pokja Prakerin SMK Nusantara 1 Comal


Ahmad Syukur,S.Kom


HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI


Laporan Prakerin telah diuji pada hari, …………… tanggal ………………….. oleh penguji laporan SMK Nusantara 1 Comal dengan hasil ………………….





Comal,                                  2018
Penguji Laporan


………………………









KATA PENGANTAR

            Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Praktik Kerja Industri ( Prakerin) ini dengan baik.
            SMK Nusantara 1 Comal merupakan sebuah sekolah menegah kejuruan yang menerapkan program praktik kerja industri ( Prakerin ), sebagai sebuah wujud pelaksanaan  pendidikan sistem ganda, sesuai dengankurikulum sekolah menegah kejuruan ( SMK ) yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
            Dengan diselenggarakannya prakerin di Dunia Usaha / Dunia Industri, diharapkan mampu meningkatkan keahlian dan profesionalisme siswa sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan Dunia Usaha / Dunia Industri. Selain itu, siswa diharapkan akan memiliki etos kerja yang tinggi, yang meliputi kemampuan, kedisiplinan, motivasi, inisiatif, dan kreativitas dalam bekerja, sehingga akan menghasilkan produk yang berkualitas.
            Dalam penyusunan laporan prakerin ini banyak pihak yang telah memberikan duungan dan bantuan kepada penulis, oleh karena itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1.      Bapak Sigit, S.Pd selaku Kepala SMK Nusantara 1 Comal
2.      Bapak Rujito, S.Pd selaku Kepala Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan
3.      Bapak Feri Kurniawan,S.Pd selaku pembimbing laporan prakerin SMK Nusantara 1 Comal
4.      Bapak Syaeful Akrom selaku Pembimbing Industri
5.      Rekan – rekan tingkat XI TKRU2 SMK Nusantara 1 Comal
6.      Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu penulis dalam pembuatan dan penyusunan Laporan Prakerin

Penulis menyadari bahwa pembuatan dan penyusunan laporan prakerin ini masih terdapat kekurangan dan belum sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran penulis harapkan demi kesempurnaan laporan prakeri ini.
Akhir kata besar harapan penulis agar laporan Prakerin ini dapat memberikan manfaat kepada Penulis serta bagi para pembaca sekalian.

Comal,                           2018
Penulis



……………………………..





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................ I
HALAMAN PENGESAHAN............................................................................. II
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI........................................................... III
KATA PENGANTAR.......................................................................................... IV
DAFTAR ISI........................................................................................................ VI

BAB I. PENDAHULUAN.................................................................................. 1
1.1  LATAR BELAKANG....................................................................... 1
1.2  TUJUAN............................................................................................ 1
1.3 FUNGSI PRODUK / JASA............................................................... 1

BAB II LANDASAN TEORI............................................................................. 2

BAB III PROSES KERJA................................................................................... 3
3.1. SEJARAH INDUSTRI................................................................... 3
3.2. DAFTAR FASILITAS INDUSTRI............................................... 5
3.3 PROSES KERJA.............................................................................. 8
3.3.1 JENIS PEKERJAAN............................................................. 8
3.3.2. GAMBAR KERJA................................................................ 8
3.3.3  PERALATAN YANG DIGUNAKAN................................ 8
3.3.4. BAHAN................................................................................. 8
3.3.5. LANGKAH KERJA............................................................. 9
3.3.6. HASIL KERJA..................................................................... 10
3.3.7 KESELAMATAN KERJA.................................................... 12

BAB IV PENUTUP............................................................................................. 13
4.1. KESIMPULAN............................................................................... 13
4.2 SARAN............................................................................................ 13
DAFTAR GAMBAR...........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….. 14


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
            Praktik kerja industri ( Prakerin )merupakan kegiatan intrakulikuler yang harus dilakukan setiap siswa. Kegiatan ini tiada lain agar siswa bisa melihat secara langsung keadaan di lapangan kerja sesungguhnya dan biasanya membandingkan dengan keadaan di sekolah.

            Karburator adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakar untuk sebuah mesin pembakaran dalam. Karburator pertama kali ditemukan oleh Karl Benz pada tahun 1885 dan dipatenkan pada tahun 1886. Pada tahun 1893 insinyur kebangsaan Hungaria bernama János Csonka dan Donát Bánki juga mendesain alat yang serupa. Adalah Frederick William Lanchester dari Birmingham, Inggris yang pertama kali bereksperimen menggunakan karburator pada mobil. Pada tahun 1896 Frederick dan saudaranya membangun mobil pertama yang menggunakan bahan bakar bensin di Inggris, bersilinder tunggal bertenaga 5 hp (4 kW), dan merupakan mesin pembakaran dalam (internal combution). Tidak puas dengan hasil akhir yang didapat, terutama karena kecilnya tenaga yang dihasilkan, mereka membangun ulang mesin tersebut, kali ini mereka menggunakan dua silinder horisontal dan juga mendisain ulang karburator mereka. Kali ini mobil mereka mampu menyelesaikan tur sepanjang 1.000 mil (1600 km) pada tahun 1900. Hal ini merupakan langkah maju penggunaan karburator dalam bidang otomotif.Karburator umum digunakan untuk mobil berbahan bakar bensin sampai akhir 1980-an. Setelah banyak kontrol elektronik digunakan pada mobil, penggunaan karburator mulai digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah terintegrasi dengan sistem yang lain untuk mencapai efisiensi bahan bakar.Injeksi bahan bakar atau EFI (Electronic Fuel Injection )adalahsistem injeksi bahan bakar yang dikontrol secara elektronik. Sistem ini merupakan salah satu jenis sistem bahan bakar pada motor bensin.Penggunaan injeksi bahan bakar akan meningkatkan tenaga mesin bila dibandingkan dengan penggunaan karburator. Dan injeksi bahan bakar juga dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam proporsi dan keseragaman. Injeksi bahan bakar dapat berupa mekanikal, elektronik atau campuran dari keduanya. Sistem awal berupa mekanikal namun sekitar 1980 mulai banyak menggunakan sistem elektronik.Sistem elektronik modern menggunakan banyak sensor untuk memonitor kondisi mesin, dan sebuah unit kontrol elektronik (electronic control unit, ECU) untuk menghitung jumlah bahan bakar yang diperlukan.
Oleh karena itu injeksi bahan bakar dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi polusi, dan juga memberikan tenaga keluaran yang lebih. Dizaman sekarang banyak orang yang kurang mengerti tentang perbedaan sistem karburator dan sistem EFI (Electronic Fuel Injection) dan kebanyakan orang mengabaikan perbedaan itu mereka tidak tahu bahwa sisitem EFI lebih irit bahan bakar dari pada sistem karburator.

Oleh sebab itu, berdasarkan latar belakang diatas maka penulis mengambil judul “KARBURATOR KIJANG KONVENSIONAL“.

1.2.TUJUAN
Tujuan dari laporan ini adalah sebagai  berikut :
1.      Sebagai persyaratan untuk mengikuti ujian Laporan Prakerin
2.      Sebagai bukti tertulis atas kegiatan  prakerin yang telah dilaksanakan oleh penulis di Dunia Usaha / Dunia Industri.
3.      Sebagai penerapan disiplin ilmu dan kompetensi keahlian yang telah diperoleh pada program keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Nusantara 1 comal
4.      Memberikan gambaran tentang Karburator  Konvensional

1.3.FUNGSI PRODUK

Fungsi dan Cara Kerja Karburator



Description: https://andiweb3.files.wordpress.com/2012/03/karburator.jpg?w=595
 






Karburator merupakan bagian dari mesin yang bertugas dalam sistem pengabutan (pemasukan bahan bakar ke dalam silinder). Untuk itu fungsi dari karburator antara lain:
1.      Untuk mengatur udara dan bahan bakar ke dalam saluran isap.
2.      Untuk mengatur perbandingan bahan bakar-udara pada berbagai beban kecepatan motor.
3.      Mencampur bahan bakar dan udara secara merata.
Proses pemasukan bahan bakar kedalam silinder dinamakan karburasi.
Sedangkan alat yang melakukannya dinamakan karburator.
Description: https://andiweb3.files.wordpress.com/2012/03/carburetor.jpg?w=595





satu per satu bagian dari karburator beserta fungsinya:
1. Mangkok karburator(float chamber)
Berfungsi sebagai penyimpan bahan bakar sementara sebelum digunakan.
2. Klep/jarum pelampung(floater valve)
Berfungsi mengatur masuknya bahan bakar ke dalam mangkuk karburator.
3. Pelampung(floater)
Berfungsi mengatur bahan bakar agar tetap pada mangkuk karburator.
4. Skep/katup gas(throtle valve)
Berfungsi mengatur banyaknya gas yang masuk ke dalam silinder.
5. Pemancar jarum(main nozzle/needle jet)
Berfungsi memancarkan bahan bakar waktu motor di gas, besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep.

6. Jarum skep/jarum gas(Needle jet)
Berfungsi mengaturbesarnya semprotan bahan bakar dari main nozzle pada waktu motor di gas.
7. Pemancar besar(main jet)
Berfungsi memancarkan bahan bakar ketika motor di gas penuh(tinggi)
8. Pemancar kecil/stationer(slow jet)
Berfungsi memancarkan bahan bakar waktu lamsam/stationer.
9. Sekrup gas/baut gas(trhottle screw)
Berfungsi menyetel posisi skep sebelum di gas.
10.Sekrup udara/baut udara(air screw)
Berfungsi mengatur banyaknya udara yang akan dicampur dengan bahan bakar,
11. Katup cuk(choke valve)
Berfungsi menutup udala luar yang akan masuk ke dalam karburator sehingga gas menjadi kaya, digunakan pada waktu start.









BAB II
LAMDASAN TEORI
LANDASAN TEORI
  1. Sistem Karburator ( Karburation )
Karburator pertama kali ditemukan oleh Karl Benz pada tahun 1885 dan dipatenkan pada tahun 1886. Pada tahun 1893 insinyur kebangsaan Hungaria bernama János Csonka dan Donát Bánki juga mendesain alat yang serupa. Adalah Frederick William Lanchester dari Birmingham, Inggris yang pertama kali bereksperimen menggunakan karburator pada mobil. Pada tahun 1896 Frederick dan saudaranya membangun mobil pertama yang menggunakan bahan bakar bensin di Inggris, bersilinder tunggal bertenaga 5 hp (4 kW), dan merupakan mesin pembakaran dalam (internal combution).
Karburator umum digunakan untuk mobil berhahan bakar bensin sampai akhir 1980-an. Setelah banyak kontrol elektronik digunakan pada mobil, penggunaan karburator mulai digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah terintegrasi dengan sistem yang lain untuk mencapai efisiensi bahan bakar. ĿĿ sebagai alat pendengar.
  1. Sitem kerja Karburator
Cara kerja pada karburator adalah ketika mesin dalam keadaan hidup (langsam), bensin dari float camber ( tampungan bensin) masuk ke dalam lubang kecil pada jet stationer (spoeyer langsam), masuknya bensin kedalam spoeyer ini diakibatkan karena perbedaan tekanan udara antara tekanan udara pada float chamber dengan tekanan udara pada venturi. Untuk menyempurnakan komposisi campuran bensin dan udara pada saat mesin berputar lambat, maka pada karburator dibuat sebuah lubang yang menembus dari bagian belakang karburator sampai ketempat spoeyer langsam. lubang yang menembus karburator sampai kebagian spoeyer ini dinamakan airbleeder.
Air bleeder dapat disetel oleh sebuah baut yang biasa dikenal dengan baut pengatur angin. Setelah bensin yang masuk pada sepoeyer langsam bercampur dengan udara yang masuk dari lubang air bleeder, kemudian keluar pada sebuah lubang yang disebut Idle port. Posisi idle port ini berada dimuka nozzle utama, alasan mengapa idle port di tempatkan lebih dekat pada mesin adalah disebabkan pada saat langsam putaran mesinnya lambat dan aliran udara tidak terlalu cepat yang disebabkan posisi throttle valve diam.
Ketika mesinnya dalam putaran tinggi, bensin keluar dari nozzle yang dilengkapi dengan jarum needle ( jarum skep ). Jika pada saat mesin langsam yang mengatur komposisi campuran bensin dengan udara adalah baut pengatur udara, sedangkan pada saat putaran mesinnya tinggi yang mengatur campuran adalah jarum skep bersama katup skep. Seperti halnya air bleeder pada spoeyer langsam, spoeyer utama inipun dilengkapi dengan air bleeder yang lubangnya menembus dari bagian belakang karburator sampai ke bagian sepoeyer utama, hanya air bleeder untuk spoeyer utama ini tidak dilengkapi dengan alat penyetel.
Tinggi rendah perputaran pada mesin dapat diatur pada jarum skep yang bisa kita kendalikan dengan cara menarik dan mengulur handle Gas pada stang motor.
1.      Komponen – Komponen Dari Karburator, Dan Fungsi Dari Masing – Masing Komponen Karburator
2.      Ruang Bahan Bakar.
Semua karburator memerlukan suplai bahan bakar yang selalu stabil.penyuplaian bahan bakar (dari tangki) akan dikendalikan oleh pelampung. Pelampung berfungsi untuk mengatur/ mengontrol pergerakan jarum pelampung bedarkan jumlah bahan bakar yang terdapat didalam ruang bahan bakar. Jarum pelampung berfungsi untuk menutup dan membuka seluran bahan bakar dari tangki. Bila jumlah bahan bakar di ruang bahan bakar telah mencapai ketinggian tertentu, maka jarum pelampung akan menutup saluran dan sebaliknya, bila bahan bakar telah berkurang maka pelampung akan turun dan jarum pelampung akan membuka saluran bahan bakar dari tangki.
1.      Choke valve
Choke valve berfungsi untuk memperkaya campuran bahan bakar, terutama pada saat engine dalam keadaan dingin. Untuk menghsilkan campuran yang kaya, pada saluran masuk dipasang sebuah piringan (choke) yang dapat menutup saluran melalui saluran utama. Pada saat choke valve ditutup, kevakuman yang terjadi disaluran udara masuk akan “memaksa” bahan bakar lebih banyak keluar dari ruang bahan bakar sehingga campuran menjadi kaya.
1.      Piston Valve (Thorttle Valve).
Secar umum piston valve mengatur besar kecilnya saluran venturi, tetapi kalau kita lihat lebih jauh lagi, piston valve mengatur jumlah gas bahan bakar yang masuk kedalam silinder engine.
Dilihat dari sisi ini maka fungsi piston valve adalah:
·         merubah putaran engine.
·         Mempertahankan kecepatan engine (kendaraan) pada beban yang berbeda.
Piston valve dilengkapi dengan jarum skep (jet needle) yang berfungsi untuk mengatur jumlah bahan bakar yang keluar dari saluran utama (main jet).
Jarum skep ini memilii beberapa posisi pengaturan yang dapat digunakan untuk menambah atau mengurangi pengeluaran bahan bakar dari saluran utama.
1.      Main Jet.
Main jet berfungsi untuk menyuplai kebutuhan bahan bakar yang sesuai pada semua tingkat keepatan engine putaran tinggi.
Hal ini dimungkinkan oleh perubahan posisi piston valve. Semakin tinggi posisi piston valve, maka semakin tinggi jarum skep terangkat, karena bentuk jarum yang tirus, maka semakin besar celah antara main jet dengan jarum skep, maka semakin banyak bahan bakar yang akan keluar dari ruang bahan bakar.


1.      Slow Jet.
Saluran ini berfungsi untuk menyuplai bahan bakar kedalam silinder engine pada saat engine dalam kondisi putaran langsam. Pada kondisi ini pison valve dalam keadaan menutup rapat.
1.      Piston Valve Screw.
Sekrup ini berfungsi untuk mengatur besar kecilnya posisi piston valve (gas) pada saat engine putaran langsam.
1.      Pilot Screw.
Secrup ini berfungsi untuk mengatur jumlah aliran udara yang masuk ke ruang silinder sehingga diperoleh campuran yang tepat pada saat engine putaran langsam.
1.      Pompa Akselerasi.
Pompa akselerasi berfungsi untuk menambah jumlah bahan bakar saat engine mengalami perubahan kecepatan putaran, dari putaran rendah ke putaran tinggi. Penambahan bahan bakar ini diperlukan, sebab pada saat piston valve terangkat kevacuman akan turun sehingga suplai bahan bakar akan berkurang.
  1. Cara perawatan karburator
Karburator vakum alias Karburator vakum (Constant Velocity) sudah jadi standar motor keluaran terbaru. Bisa dilihat pada Yamaha Mio, Honda Vario, Kawasaki Kaze ZX130, Suzuki Thunder, Suzuki Satria F-150. Teknologinya sudah mengikuti teknologi karburator mobil, pertimbangannya pasti soal konsumsi bahan bakar yang irit plus buka-tutup gas yang halus.
Tapi, kinerja karburator vakum bisa terganggu kalau salah perawatan, cara merawatnya berbeda dengan karburator konvensional. Misalnya tidak disarankan buka boks filter udara. Memang awalnya tarikan terasa lebih cepat, tapi kelamaan debu bisa menghambat gerakan skep. Skep di karburator vakum beda karena bahannya dari resin dilapis teflon. Bandingkan dengan skep yang umum dengan bahan logam berlapis krom. Gara-gara kena debu, skep jadi macet dan lama kelamaan lapisan teflon tergores, hasilnya motor susah langsam/nggak stabil.
Bagian lain yang tak kalah sensitif adalah karet karburator vakum. Posisinya ada di atas karbu dan ditutup lempengan besi. Waktu servis nggak perlu dibuka karena kalau sampai salah rakit sehingga karet terjepit maka dapat mengakibatkan kebocoran sehingga putaran mesin jadi ngaco. Karet vakum juga nggak boleh kena bensin. Bisa melar atau paling parah tidak bisa digunakan lagi. Harganya mahal Bro.
Buat yang biasa korek karburator konvensional dengan reamer atau memperbesar diameter venturi. Hal ini jangan dilakukan pada karburator vakum, resikonya skep bisa oblak yang bisa berakibat mesin susah hidup.
Karburator CV bekerja dengan tekanan udara dari crankcase dan intake. Jadi perhatikan kondisi selang vakum yang menuju karbu. Seumpama retak atau sobek, langsung ganti baru karena mesin bakal susah hidup. Kondisi karet pemegang karbu dan intake manifold tidak boleh ada kebocoran karena berimbas skep bakal susah naik. Termasuk klep masuk yang tak lagi rapat pun bisa bikin daya isap ke karbu vakum jadi melorot.

BAB III
PROSES KERJA
3.1. SEJARAH INDUSTRI
Pabrik Gula Sragi termasuk salah satu BUMN yang bernama PTP.NUSANTARA IX.pabrik ini berdiri tahun 1928 yang di bangun pada masa pemerintahan kolonial belanda. Pabrik ini terletak di jalan raya sragi-pekalongan 51155 jawa  tengah dan masih tetap eksis.
SISTEM SISTEM PADA KARBURATOR







  1. Sistem Pelampung
  2. Sistem stasioner dan kecepatan lambat
  3. Primary hight speed system
  4. Secandary Hight speed system
  5. Power system (system tenaga)
  6. Acceleration syatem (system akselerasi)
  7. Choke system (sistem cuk)
  8. Fast idle mechanisme
  9. Termostatik valve
  10. Positive crankcase ventilation (PCV)
  11. Fuel cut off system
FLOAT SYSTEM (SISTEM PELAMPUNG)
Description: clip_image002Description: clip_image004

Description: clip_image006Fungsi : menjaga agar bensin di ruang pelampung tetap ada.
Ketika bensin di ruang pelampung penuh, maka pelampung akan terangkat ke atas dan mendorong needle valve untuk menutup saluran bahan bakar dari pompa ke ruang pelampung.
Ketika bensin di ruang pelampung kosong, maka pelampung akan turun dan mengakibatkan needle valve juga turun dan membuka saluran bensin dari pompa ke ruang pelampung.


Description: clip_image002[5]Description: clip_image004Description: clip_image002




AIR VENT TUBE
fungsi :
    1. Mempertahankan agar tekanan udara di ruang pelampung
    2. Sama dengan tekanan udara di air horn
    3. Jika air vent tube tersumbat dan saringan udara juga buntu, tekanan di dalam air horn menjadi lebih rendah daripada ruang pelampung.
Akibatnya jumlah bahan bakar yang disalurkan melalui nosel utama bertambah. Ini akan mengakibatkan campuran menjadi kaya dan kemampuan mesin menurun. Untuk itu air vent tube harus dijaga jangan sampai tersumbat.

SISTEM STASIONER (KECEPATAN LAMBAT)
Bila mesin berputar idling
Description: clip_image002[7]Description: clip_image004[5]
bila throtle ditutup, maka vakum yang terjadi di bawah throtle besar. Hal ini menyebabkan bahan bakar yang bercampur dengan udara dari air bleeder keluar dari idle port ke intake manifold dan masuk ke dalam silinder
Description: clip_image006[5]:Description: clip_image008

Jika thotle terbuka sedikit, maka aliran bensin menjadi
Description: clip_image010




Sekrup Penyetel Putaran Idle
Agar mesin dapat berputar stasioner dengan bagus, campuran udara dan bahan bakar harus 11 : 1. perbandingan udara dan bahan bakar ditentukan oleh diameter dalam slow jet. Penyetelan perbandingan ini diatur oleh sekrup penyetel campuran idle dengan memutar sekrup tersebut. Disebut juga dengan IMAS (idle mixture ajusting Description: clip_image002[9]screw).

Catatan :
Bila sekrup penyetel idle dikeraskan terlalu keras, maka ujung jarum/sekrup akan rusak, sehingga akan sulit untuk menentukan campuran yang bagus, akibatnya idle akan kasar.
Slow Jet
Jumlah bahan bakar yang disupply untuk primari low speed circuit, dikontrol oleh slow jet, bahan bakar tersebut dialirkan melalui slow jet kemudian melewati sekrup penyetel campuran dan masuk ke silinder.
Catatan :
  1. Bila slow jet tidak dikeraskan secukupnya akan terdapat kebocoran bahan bakar di sekitar baut slow jet, ini akan menambah jumlah bahan bakar yang disalurkan. Sehingga akan mengakibatkan campuran yang tidak sesuai lagi.
  2. Jika diameter dalam slow jet terlalu kecil karena tersumbat kotoran misalnya, akan mengakibatkan idling kasar.
Air Bleeder
Ada 2 air bleeder, yaitu air bleeder no 1, pada saat thotle tertutup dan air bleeder no 2 pada saat throtle terbuka sedikit. Fungsi dari air bleeder tersebut adalah untuk membuat atomisasi bahan bakar untuk bercampur dengan udara.
Jika air bleeder tersumbat, udara tidak akan mampu untuk bercampur dengan bahan bakar. Hal ini akan mengakibatkan campuran kaya.
Description: clip_image003
Economizer Jet
Agar diperoleh campuran yang baik antara bahan bakar dan udara dari air bleeder no 1 dan 2, maka kecepatan aliran bahan bakar harus ditambah. Untuk menambah kecepatan aliran bahan bakar digunakan economizer.
Katup Selenoid
Bila mesin sudah diputar pada posisi OFF, tetapi belum berhenti ini disebut dengan dieseling. Salah satu penyebab dari dieseling adalah adanya campuran udara dan bahanbakar yang dibakar oleh karena panas yang berlebihan pada ruang bakar.
Salah satu cara untuk mencegah dieseling adalah dengan jalan menghentikan supply bahan bakar yang menuju ke ruang bakar.





Description: clip_image003[5]

Description: clip_image004[7]





PRIMARY HIGH SPEED SYSTEM
Description: clip_image002[11]Primary high speed system berfungsi untuk mensupply bahan bakar pada saat kendaraan berjalan pada kecepatan sedang dan tinggi.
Pada saat throtle primary terbuka, maka kecepatan udara yang di venturi bertambah. Sehingga akan terjadi perbedaan tekanan padaujung nosel dan ruang pelampung dimana tekanan pada ujung nosel lebih rendah dari pada ruang pelampung. Akibatnya bahan bakat di dalam ruang pelampung mengalir, dan sebelum keluar melalui nosel dicampur udara dari air bleeder. Setelah keluar dari nosel campuran tadi diotomisasi oleh udara dari air horn dan akhirnya masuk ke dalam silinder.
Description: clip_image004[9]
Skema aliran bahan bakar dan udara pada Primary High Speed System
SECONDARY HIGH SPEED SYSTEM
Primary high speed system bekerja pada saat mesin bekerja pada beban ringan dan jumlah udara yang masuk sedikit. Tetapi bila supplay campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder oleh primary high speed tidak cukup, pada beban yang berat atau pada kecepatan tinggi, maka secondary high speed akan bekerja. Secondary high speed system dirancang sama seperti primary hight speed system, tetapi karena secondary high speed system direncanakan untuk bekerja bila mesin membutuhkan output yang besar, maka ukuran (diameter) dari nosel, venturi dan jet dibuat lebih besar dari pada primary high speed system.
Bila mesin berputar pada putaran rendah, vacum yang dihasilkan oleh bleeder pada primary masih lemah, sehingga vacum di dalam rumah diaphragma juga masih lemah, dan secondary throtle valve belum bisa membuka. Bila secondary throttle valve terbuka, vacum akan timbul pada rumah diaphragma menjadi kuat dan secondary throttle valve membuka semakin besar. Hal ini menyebabkan udara mengalir ke secondary ventury dan bahan bakar keluar dari secondary nozzle.
Catatan :
Jika gasket diapragma rusak, vacum yang cukup kuat untuk membuka secondary throttle valve tidak dihasilkan di dalam rumah diaphragma, maka tenaga mesin akan turun.

POWER SYSTEM (SISTEM TENAGA)
Description: clip_image010[5]Jika mesin harus mengeluarkan tenaga yang lebih besar, maka bahan bakar harus ditambahkan lebih banyak ke primary high speed system. Sistem yang bertugas menambah campuran udara dan bahan bakar saat mesin mendapat beban adalah sistem tenaga / power system.
Bila primary throttle valve hanya terbuka sedikit (pada bagian ringan) kevacuman dalam intake manifold besar, sehingga power piston akan terhisappada posisi atas. Hal ini akan menyebabkan power valve spring B menahan power valve, sehingga power valve menutup.
Tetapi bila primary throttle valve dibuka agak lebar (pada kecepatan tinggi atau jalan menanjak) maka kevacuman pada intake manifold berkurang, dan power piston terdorong ke bawah karena power valve spring A sehingga power valve terbuka. Bila ini terjadi, bahan bakar akan disupplay dari power jet dan primary main jet ke sistem kecepatan tinggi, sehingga campuran menjadi kaya.

ACCELERATION SYSTEM (SISTEM PERCEPATAN)
Pada saat pedal gas diinjak dengan tiba-tiba, maka throttle valveakan terbuka secara tiba tiba, sehingga aliran udara menjadi lebih cepat. Tetapi karena bahan bakar lebih berat, maka bahan abakar datang terlambatsehingga campuran manjadi terlalu kurus. Padahal pada saat ini membutuhkan campuran yang kaya.untuk itu pada karburator dilengkapi dengan sistem percepatan


Description: clip_image012
Cara kerja :
Pada saat pedal gas diinjak dengan tiba tiba, plunyer pump bergerak turun menekan bahan bakar yang ada pada ruangan di bawah plunyer pump. Akibatnya bahan bakar akan mendorong steelball outlet dan discharge weight kemudian bahan bakar keluar ke primary venturi melalui pumpjet.
Setelah melakukan penekanan tersebut, plunyer pump kembali ke posisi semula dengan adanya pegas yang ada di bawah plunyer sehingga bahan bakar dari ruang pelampung terhisap melalui stell ball inlet dan sistem percepatan siap dipakai kembali.
CHOKE SYSTEM (SISTEM CHOKE)
Pada saat mesin dingin, bahan bakar tidak akan menguap dengan baik dan sebagian campuran udara dan bahan bakar yang mengalir akan mengembun di dinding intake manifold, karena intake manifold dalam keadaan dingin. Dan ini akan mengakibatkan campuran udara dan bahan bakar menjadi kurus, sehingga sukar dihidupkan. Sistem cuk membuat campuran menjadi kaya (1:1) pada saat mesindingin.
Sistem cuk ada dua type yaitu otomatic dan manual.
  1. Type manual
Pada manual choke, untuk membuka dan menutup katup choke digunakan mekanisme linkage yang dihubungkan ke ruang kemudi. Jadi bila pengemudi akan membuka dan menutup katup cuk cukup manarik atau menekan tombol cuk yang ada pada instrument panel.
  1. Description: clip_image014Automatic Choke
Pada automatic choke, katup cuk membuka dan menutup secara otomatic tergantung dari temperatur mesin.
CARA KERJA :
Pada saat mesin di start :
Katup cuk akan tertutup rapat pada saat temperatur mencapai sekitar 25 derajat celcius oleh pegas thermosthatic (bimetal). Bila mesin dihidupkan dalam keadaan katup cuk tertutup, maka akan terjadi kevakuman di bawah katup cuk. Hal ini akan mengakibatkan bahan bakar disalurkan ke primari low dan hight speed system dan menyebabkan campuran menjadi kaya.
Setelah distart :
Bila mesin distart, pada terminal ”L” timbul arus dari voltage regulator, arus tersebut akan mengalir ke choke relay, sehingga choke relay menjadi ”ON”. Akibatnya arus dari ignition swicth mengalir melewati choke relay menuju ke masa electric heat coil. Bila electric heat coil membara / panas maka bimetal element akan mengembang dan membuka choke valve. PTC berfungsi untuk mencegah arus yang berlebihan yang mengalir dari elctric heat coil, bila katup cuk telah terbuka (temperatur di dalam rumah pegas telah mencapai 100 derajat celcius).
CATATAN :
  1. PTC Thermistor = Positive Temperature Coeficient Thermistor. Sifat dari PTC adalah bila temperatur naik, maka harga tahanannya naik.
  2. Jika katup cuk tetap tertutup setelah mesin dipanaskan, campuran akan kaya, hal ini akan menyebabkan putaran mesin menjadi kasar. Pada kondisi seperti ini pemakaian bahan bakar menjadi boros.
FAST IDLE MECHANISM
Description: clip_image016Untuk menghidupkan mesin pada saat temperatur rendah, sangat diperlukan campuran yang kaya, akan tetapi untuk mendapatkan putaran idling yang baik pada saat temperatur rendah maka putaran idling perlu dinaikkan. Untuk ini fast idle mechanism ditambahkan pada karburator untuk membuka katu throtle valve agar putaran













BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
            Dari pembahasan diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pada dasarnya masing-masing sensor efi mempunyai kegunaan yang berbeda, yang diatur oleh satu otak yaitu ECU. Semua sensor dkendalikan oleh ECU sehingga mesin dapat bekerja sempurna. Di jaman sekarang ini teknologi sangatlah berkembang pesat dimana semua nya sudah dirancang dengan teliti, sangat bagus, dan dapat memudahkan pekerjaan manusia. Pada dasarnya suatu penemuan itu akan terus dikembangkan agar dapat menjadi penemuan-penemuan yang baru, tentunya penemuan yang baru itu akan menghasilkan sesuatu kenyamanan yang berbeda atau lebih. Pembahasan kali ini adalah menjadi sebuah bukti bahwa kemajuan teknologi sangatlah pesat, khususnya dunia tomotif ( transportasi ). Jadi kita harus dapat mengingikuti perkembangan teknologi yang sangat pesat ini agar bangsa kita tidak semakin terpuruk. Bangsa yang lain sudah bisa membuar kendaraan berat seperti yang kita bahas. Semoga makalah yang saya buat ini bermanfaat bagi diri saya sendiri khususnya dan pembaca pada umumnya.

4.2  Saran
Mengingat penulis masih dalam tahap belajar, maka penulis merasa kurang tepat memberikan saran-saran. Akan tetapi, penulis akan mencoba memberikan tanggapan yang bermanfaat demi kelancaran Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) dimasa yang akan datang. Berikut saran-saran yang berkaitan dengan pelaksanaan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) yang akan penulis berikan, antara lain sebagai berikut :
1.    Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ), siswa-siswi diharapkan bertingkah laku yang sopan dan sewajarnya.
2.    Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ), siswa-siswi harus menjaga kedisiplinan waktu dan tata tertib dalam perusahaan.
3.    Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ), siswa siswi harus mempelajari dan memperhatikan segala sesuatu yang telah diberikan atau dikerjakan diperusahaan.
4.    Bagi siswa-siswi yang akan menjalankan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) hendaknya selalu bertanya apabila mengalami kesulitan.
5.    Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ), siswa-siswi diharapkan selalu rajin dan tekun dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diberikan perusahaan.













                                               LEMBAR KONSULTASI

            Nama Siswa                : Maman Turyana
            Kelas                           : XI TKR U2
            NIS                             : 15.10150
            Program Keahlian       : Teknik Kendaraan Ringan

No
Hari/Tanggal
Uraian
Tanda Tangan
Pembimbing
1
Sabtu
28 april 2018

Judul laporan

2



3



4



                                                                                   
Comal……..,……….2018
Pembimbing Laporan


Feri Kurniawan S,Pd


No comments:

Post a Comment