
LAPORAN
KERJA PRAKTIK INDUSTRI
( PRAKERIN )
KINERJA :
MEMPERBAIKI SISTEM KARBURATOR KONVENSIONAL
PADA MOBIL KIJANG SUPER
DI PT.PERKEBUNAN NUSANTARA IX
DISUSUN OLEH
NAMA :
MAMAN TURYANA
KELAS :
XI. TKRU2
NIS : 15.10150
PROGRAM KEAHLIAN : TEKNIK KENDARAAN
RINGAN
SMK NUSANTARA 1 COMAL
KELOMPOK TEKNOLOGI DAN INDUSTRI
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan
Prakerin ini telah disetujui dan disahkan oleh pembimbing laporan
SMK
Nusantara 1 Comal pada :
Hari :
Tanggal :
Comal, 2018
Pembimbing Laporan
Feri Kurniawan,S.Pd
Mengetahui,
Ketua Pokja Prakerin SMK Nusantara 1 Comal
Ahmad Syukur,S.Kom
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI
Laporan Prakerin telah diuji pada hari, …………… tanggal
………………….. oleh penguji laporan SMK Nusantara 1 Comal dengan hasil ………………….
Comal,
2018
Penguji Laporan
………………………
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin,
segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan karunianya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan Praktik Kerja Industri ( Prakerin) ini dengan baik.
SMK
Nusantara 1 Comal merupakan sebuah sekolah menegah kejuruan yang menerapkan
program praktik kerja industri ( Prakerin ), sebagai sebuah wujud
pelaksanaan pendidikan sistem ganda,
sesuai dengankurikulum sekolah menegah kejuruan ( SMK ) yang telah ditetapkan oleh
Departemen Pendidikan Nasional.
Dengan
diselenggarakannya prakerin di Dunia Usaha / Dunia Industri, diharapkan mampu
meningkatkan keahlian dan profesionalisme siswa sesuai dengan tuntutan dan
kebutuhan Dunia Usaha / Dunia Industri. Selain itu, siswa diharapkan akan
memiliki etos kerja yang tinggi, yang meliputi kemampuan, kedisiplinan,
motivasi, inisiatif, dan kreativitas dalam bekerja, sehingga akan menghasilkan
produk yang berkualitas.
Dalam
penyusunan laporan prakerin ini banyak pihak yang telah memberikan duungan dan
bantuan kepada penulis, oleh karena itu, penulis mengucapkan banyak terima
kasih kepada :
1. Bapak Sigit, S.Pd selaku Kepala SMK Nusantara 1 Comal
2. Bapak Rujito, S.Pd selaku Kepala Program Keahlian
Teknik Kendaraan Ringan
3. Bapak Feri Kurniawan,S.Pd selaku pembimbing laporan
prakerin SMK Nusantara 1 Comal
4. Bapak Syaeful Akrom selaku Pembimbing Industri
5. Rekan – rekan tingkat XI TKRU2 SMK Nusantara 1 Comal
6. Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung
telah membantu penulis dalam pembuatan dan penyusunan Laporan Prakerin
Penulis menyadari bahwa pembuatan dan
penyusunan laporan prakerin ini masih terdapat kekurangan dan belum sempurna,
oleh karena itu segala kritik dan saran penulis harapkan demi kesempurnaan
laporan prakeri ini.
Akhir kata besar harapan penulis agar laporan Prakerin
ini dapat memberikan manfaat kepada Penulis serta bagi para pembaca sekalian.
Comal, 2018
Penulis
……………………………..
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................ I
HALAMAN PENGESAHAN............................................................................. II
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI........................................................... III
KATA PENGANTAR.......................................................................................... IV
DAFTAR ISI........................................................................................................ VI
BAB I. PENDAHULUAN.................................................................................. 1
1.1 LATAR BELAKANG....................................................................... 1
1.2 TUJUAN............................................................................................ 1
1.3 FUNGSI PRODUK /
JASA............................................................... 1
BAB II LANDASAN TEORI............................................................................. 2
BAB III PROSES KERJA................................................................................... 3
3.1. SEJARAH INDUSTRI................................................................... 3
3.2. DAFTAR FASILITAS INDUSTRI............................................... 5
3.3 PROSES KERJA.............................................................................. 8
3.3.1 JENIS PEKERJAAN............................................................. 8
3.3.2. GAMBAR KERJA................................................................ 8
3.3.3 PERALATAN YANG DIGUNAKAN................................ 8
3.3.4. BAHAN................................................................................. 8
3.3.5. LANGKAH KERJA............................................................. 9
3.3.6. HASIL KERJA..................................................................... 10
3.3.7 KESELAMATAN KERJA.................................................... 12
BAB IV PENUTUP............................................................................................. 13
4.1. KESIMPULAN............................................................................... 13
4.2 SARAN............................................................................................ 13
DAFTAR GAMBAR...........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….. 14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Praktik kerja industri ( Prakerin )merupakan kegiatan
intrakulikuler yang harus dilakukan setiap siswa. Kegiatan ini tiada lain agar
siswa bisa melihat secara langsung keadaan di lapangan kerja sesungguhnya dan
biasanya membandingkan dengan keadaan di sekolah.
Karburator adalah
sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakar untuk
sebuah mesin pembakaran dalam. Karburator pertama kali ditemukan
oleh Karl Benz pada tahun 1885 dan dipatenkan pada tahun 1886.
Pada tahun 1893 insinyur kebangsaan Hungaria bernama János
Csonka dan Donát Bánki juga mendesain alat yang serupa. Adalah Frederick
William Lanchester dari Birmingham, Inggris yang pertama
kali bereksperimen menggunakan karburator pada mobil. Pada tahun 1896 Frederick
dan saudaranya membangun mobil pertama yang menggunakan bahan bakar bensin di
Inggris, bersilinder tunggal bertenaga 5 hp (4 kW), dan merupakan
mesin pembakaran dalam (internal combution). Tidak puas dengan hasil akhir yang
didapat, terutama karena kecilnya tenaga yang dihasilkan, mereka membangun
ulang mesin tersebut, kali ini mereka menggunakan dua silinder horisontal
dan juga mendisain ulang karburator mereka. Kali ini mobil mereka mampu
menyelesaikan tur sepanjang 1.000 mil (1600 km) pada tahun 1900. Hal ini
merupakan langkah maju penggunaan karburator dalam bidang otomotif.Karburator
umum digunakan untuk mobil berbahan bakar bensin sampai akhir 1980-an. Setelah
banyak kontrol elektronik digunakan pada mobil, penggunaan karburator mulai
digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah terintegrasi
dengan sistem yang lain untuk mencapai efisiensi bahan bakar.Injeksi bahan
bakar atau EFI (Electronic Fuel Injection )adalahsistem injeksi bahan
bakar yang dikontrol secara elektronik. Sistem ini merupakan salah satu jenis
sistem bahan bakar pada motor bensin.Penggunaan injeksi bahan bakar akan
meningkatkan tenaga mesin bila dibandingkan dengan penggunaan karburator. Dan
injeksi bahan bakar juga dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara
yang lebih tepat, baik dalam proporsi dan keseragaman. Injeksi bahan bakar
dapat berupa mekanikal, elektronik atau campuran dari keduanya. Sistem awal
berupa mekanikal namun sekitar 1980 mulai banyak menggunakan sistem
elektronik.Sistem elektronik modern menggunakan banyak sensor untuk
memonitor kondisi mesin, dan sebuah unit kontrol
elektronik (electronic control unit, ECU) untuk menghitung
jumlah bahan bakar yang diperlukan.
Oleh
karena itu injeksi bahan bakar dapat meningkatkan efisiensi bahan
bakar dan mengurangi polusi, dan juga memberikan tenaga keluaran yang
lebih. Dizaman sekarang banyak orang yang kurang mengerti tentang perbedaan
sistem karburator dan sistem EFI (Electronic Fuel Injection) dan kebanyakan
orang mengabaikan perbedaan itu mereka tidak tahu bahwa sisitem EFI lebih irit
bahan bakar dari pada sistem karburator.
Oleh
sebab itu, berdasarkan latar belakang diatas maka penulis mengambil judul “KARBURATOR
KIJANG KONVENSIONAL“.
1.2.TUJUAN
Tujuan dari laporan ini adalah sebagai
berikut :
1. Sebagai persyaratan untuk mengikuti ujian Laporan
Prakerin
2. Sebagai bukti tertulis atas kegiatan prakerin yang telah dilaksanakan oleh penulis
di Dunia Usaha / Dunia Industri.
3. Sebagai penerapan disiplin ilmu dan kompetensi
keahlian yang telah diperoleh pada program keahlian Teknik
Kendaraan Ringan (TKR) SMK Nusantara 1 comal
4. Memberikan gambaran tentang Karburator Konvensional
1.3.FUNGSI PRODUK
Fungsi dan Cara Kerja Karburator
![]() |
Karburator merupakan bagian dari mesin yang
bertugas dalam sistem pengabutan (pemasukan bahan bakar ke dalam silinder).
Untuk itu fungsi dari karburator antara lain:
1.
Untuk mengatur udara dan bahan bakar ke dalam
saluran isap.
2.
Untuk mengatur perbandingan bahan bakar-udara
pada berbagai beban kecepatan motor.
3.
Mencampur bahan bakar dan udara secara merata.
Proses pemasukan bahan bakar kedalam silinder
dinamakan karburasi.
Sedangkan alat yang melakukannya dinamakan karburator.
Sedangkan alat yang melakukannya dinamakan karburator.
satu per satu bagian dari karburator beserta
fungsinya:
1. Mangkok karburator(float chamber)
Berfungsi
sebagai penyimpan bahan bakar sementara sebelum digunakan.
2. Klep/jarum pelampung(floater valve)
Berfungsi
mengatur masuknya bahan bakar ke dalam mangkuk karburator.
3. Pelampung(floater)
Berfungsi
mengatur bahan bakar agar tetap pada mangkuk karburator.
4. Skep/katup gas(throtle valve)
Berfungsi
mengatur banyaknya gas yang masuk ke dalam silinder.
5. Pemancar jarum(main nozzle/needle jet)
Berfungsi memancarkan bahan bakar waktu motor
di gas, besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep.
6. Jarum
skep/jarum gas(Needle jet)
Berfungsi mengaturbesarnya semprotan bahan
bakar dari main nozzle pada waktu motor di gas.
7.
Pemancar besar(main jet)
Berfungsi
memancarkan bahan bakar ketika motor di gas penuh(tinggi)
8.
Pemancar kecil/stationer(slow jet)
Berfungsi
memancarkan bahan bakar waktu lamsam/stationer.
9.
Sekrup gas/baut gas(trhottle screw)
Berfungsi
menyetel posisi skep sebelum di gas.
10.Sekrup
udara/baut udara(air screw)
Berfungsi mengatur banyaknya udara yang akan
dicampur dengan bahan bakar,
11.
Katup cuk(choke valve)
Berfungsi menutup udala luar yang akan masuk ke
dalam karburator sehingga gas menjadi kaya, digunakan pada waktu start.
BAB II
LAMDASAN TEORI
LANDASAN TEORI
- Sistem Karburator ( Karburation )
Karburator
pertama kali ditemukan oleh Karl
Benz pada tahun 1885 dan
dipatenkan pada tahun 1886. Pada tahun 1893 insinyur kebangsaan Hungaria bernama János Csonka dan Donát Bánki juga mendesain alat yang serupa.
Adalah Frederick William Lanchester dari Birmingham, Inggris yang pertama kali bereksperimen menggunakan karburator pada mobil. Pada
tahun 1896 Frederick dan saudaranya membangun mobil pertama yang menggunakan
bahan bakar bensin di Inggris, bersilinder tunggal bertenaga 5 hp
(4 kW), dan merupakan mesin pembakaran dalam (internal
combution).
Karburator
umum digunakan untuk mobil berhahan bakar bensin sampai akhir 1980-an. Setelah
banyak kontrol elektronik digunakan pada mobil, penggunaan karburator mulai
digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah terintegrasi
dengan sistem yang lain untuk mencapai efisiensi bahan bakar. ĿĿ sebagai alat
pendengar.
- Sitem kerja Karburator
Cara
kerja pada karburator adalah ketika mesin dalam keadaan hidup (langsam), bensin
dari float camber ( tampungan bensin) masuk ke dalam lubang kecil pada jet
stationer (spoeyer langsam), masuknya bensin kedalam spoeyer ini diakibatkan
karena perbedaan tekanan udara antara tekanan udara pada float chamber dengan
tekanan udara pada venturi. Untuk menyempurnakan komposisi campuran bensin dan
udara pada saat mesin berputar lambat, maka pada karburator dibuat sebuah
lubang yang menembus dari bagian belakang karburator sampai ketempat spoeyer
langsam. lubang yang menembus karburator sampai kebagian spoeyer ini dinamakan
airbleeder.
Air
bleeder dapat disetel oleh sebuah baut yang biasa dikenal dengan baut pengatur
angin. Setelah bensin yang masuk pada sepoeyer langsam bercampur dengan udara
yang masuk dari lubang air bleeder, kemudian keluar pada sebuah lubang yang
disebut Idle port. Posisi idle port ini berada dimuka nozzle utama, alasan
mengapa idle port di tempatkan lebih dekat pada mesin adalah disebabkan pada
saat langsam putaran mesinnya lambat dan aliran udara tidak terlalu cepat yang
disebabkan posisi throttle valve diam.
Ketika
mesinnya dalam putaran tinggi, bensin keluar dari nozzle yang dilengkapi dengan
jarum needle ( jarum skep ). Jika pada saat mesin langsam yang mengatur
komposisi campuran bensin dengan udara adalah baut pengatur udara, sedangkan
pada saat putaran mesinnya tinggi yang mengatur campuran adalah jarum skep
bersama katup skep. Seperti halnya air bleeder pada spoeyer langsam, spoeyer
utama inipun dilengkapi dengan air bleeder yang lubangnya menembus dari bagian
belakang karburator sampai ke bagian sepoeyer utama, hanya air bleeder untuk
spoeyer utama ini tidak dilengkapi dengan alat penyetel.
Tinggi
rendah perputaran pada mesin dapat diatur pada jarum skep yang bisa kita
kendalikan dengan cara menarik dan mengulur handle Gas pada stang motor.
1.
Komponen
– Komponen Dari Karburator, Dan Fungsi Dari Masing – Masing Komponen Karburator
2.
Ruang
Bahan Bakar.
Semua
karburator memerlukan suplai bahan bakar yang selalu stabil.penyuplaian bahan
bakar (dari tangki) akan dikendalikan oleh pelampung. Pelampung berfungsi untuk
mengatur/ mengontrol pergerakan jarum pelampung bedarkan jumlah bahan bakar
yang terdapat didalam ruang bahan bakar. Jarum pelampung berfungsi untuk
menutup dan membuka seluran bahan bakar dari tangki. Bila jumlah bahan bakar di
ruang bahan bakar telah mencapai ketinggian tertentu, maka jarum pelampung akan
menutup saluran dan sebaliknya, bila bahan bakar telah berkurang maka pelampung
akan turun dan jarum pelampung akan membuka saluran bahan bakar dari tangki.
1.
Choke
valve
Choke
valve berfungsi untuk memperkaya campuran bahan bakar, terutama pada saat
engine dalam keadaan dingin. Untuk menghsilkan campuran yang kaya, pada saluran
masuk dipasang sebuah piringan (choke) yang dapat menutup saluran melalui
saluran utama. Pada saat choke valve ditutup, kevakuman yang terjadi disaluran
udara masuk akan “memaksa” bahan bakar lebih banyak keluar dari ruang bahan
bakar sehingga campuran menjadi kaya.
1.
Piston
Valve (Thorttle Valve).
Secar
umum piston valve mengatur besar kecilnya saluran venturi, tetapi kalau kita
lihat lebih jauh lagi, piston valve mengatur jumlah gas bahan bakar yang masuk
kedalam silinder engine.
Dilihat dari sisi ini maka
fungsi piston valve adalah:
·
merubah
putaran engine.
·
Mempertahankan
kecepatan engine (kendaraan) pada beban yang berbeda.
Piston
valve dilengkapi dengan jarum skep (jet needle) yang berfungsi untuk mengatur
jumlah bahan bakar yang keluar dari saluran utama (main jet).
Jarum
skep ini memilii beberapa posisi pengaturan yang dapat digunakan untuk menambah
atau mengurangi pengeluaran bahan bakar dari saluran utama.
1.
Main Jet.
Main jet
berfungsi untuk menyuplai kebutuhan bahan bakar yang sesuai pada semua tingkat
keepatan engine putaran tinggi.
Hal ini dimungkinkan oleh
perubahan posisi piston valve. Semakin tinggi posisi piston valve, maka semakin
tinggi jarum skep terangkat, karena bentuk jarum yang tirus, maka semakin besar
celah antara main jet dengan jarum skep, maka semakin banyak bahan bakar yang
akan keluar dari ruang bahan bakar.
1.
Slow Jet.
Saluran
ini berfungsi untuk menyuplai bahan bakar kedalam silinder engine pada saat
engine dalam kondisi putaran langsam. Pada kondisi ini pison valve dalam
keadaan menutup rapat.
1.
Piston
Valve Screw.
Sekrup
ini berfungsi untuk mengatur besar kecilnya posisi piston valve (gas) pada saat
engine putaran langsam.
1.
Pilot
Screw.
Secrup
ini berfungsi untuk mengatur jumlah aliran udara yang masuk ke ruang silinder
sehingga diperoleh campuran yang tepat pada saat engine putaran langsam.
1.
Pompa
Akselerasi.
Pompa
akselerasi berfungsi untuk menambah jumlah bahan bakar saat engine mengalami
perubahan kecepatan putaran, dari putaran rendah ke putaran tinggi. Penambahan
bahan bakar ini diperlukan, sebab pada saat piston valve terangkat kevacuman
akan turun sehingga suplai bahan bakar akan berkurang.
- Cara perawatan karburator
Karburator
vakum alias Karburator vakum (Constant Velocity) sudah jadi standar motor
keluaran terbaru. Bisa dilihat pada Yamaha Mio, Honda Vario, Kawasaki Kaze
ZX130, Suzuki Thunder, Suzuki Satria F-150. Teknologinya sudah mengikuti
teknologi karburator mobil, pertimbangannya pasti soal konsumsi bahan bakar
yang irit plus buka-tutup gas yang halus.
Tapi,
kinerja karburator vakum bisa terganggu kalau salah perawatan, cara merawatnya
berbeda dengan karburator konvensional. Misalnya tidak disarankan buka boks
filter udara. Memang awalnya tarikan terasa lebih cepat, tapi kelamaan debu
bisa menghambat gerakan skep. Skep di karburator vakum beda karena bahannya
dari resin dilapis teflon. Bandingkan dengan skep yang umum dengan bahan logam
berlapis krom. Gara-gara kena debu, skep jadi macet dan lama kelamaan lapisan
teflon tergores, hasilnya motor susah langsam/nggak stabil.
Bagian lain
yang tak kalah sensitif adalah karet karburator vakum. Posisinya ada di atas
karbu dan ditutup lempengan besi. Waktu servis nggak perlu dibuka karena kalau
sampai salah rakit sehingga karet terjepit maka dapat mengakibatkan kebocoran
sehingga putaran mesin jadi ngaco. Karet vakum juga nggak boleh kena bensin.
Bisa melar atau paling parah tidak bisa digunakan lagi. Harganya mahal Bro.
Buat yang
biasa korek karburator konvensional dengan reamer atau memperbesar diameter
venturi. Hal ini jangan dilakukan pada karburator vakum, resikonya skep bisa
oblak yang bisa berakibat mesin susah hidup.
Karburator CV bekerja
dengan tekanan udara dari crankcase dan intake. Jadi perhatikan kondisi selang
vakum yang menuju karbu. Seumpama retak atau sobek, langsung ganti baru karena
mesin bakal susah hidup. Kondisi karet pemegang karbu dan intake manifold tidak
boleh ada kebocoran karena berimbas skep bakal susah naik. Termasuk klep masuk
yang tak lagi rapat pun bisa bikin daya isap ke karbu vakum jadi melorot.
BAB III
PROSES
KERJA
3.1. SEJARAH
INDUSTRI
Pabrik Gula Sragi termasuk salah satu BUMN yang
bernama PTP.NUSANTARA IX.pabrik ini berdiri tahun 1928 yang di bangun pada masa
pemerintahan kolonial belanda. Pabrik ini terletak di jalan raya
sragi-pekalongan 51155 jawa tengah dan
masih tetap eksis.
SISTEM SISTEM PADA KARBURATOR

- Sistem Pelampung
- Sistem stasioner dan kecepatan lambat
- Primary hight speed system
- Secandary Hight speed system
- Power system (system tenaga)
- Acceleration syatem (system akselerasi)
- Choke system (sistem cuk)
- Fast idle mechanisme
- Termostatik valve
- Positive crankcase ventilation (PCV)
- Fuel cut off system
FLOAT SYSTEM
(SISTEM PELAMPUNG)
Ketika bensin di ruang pelampung penuh, maka
pelampung akan terangkat ke atas dan mendorong needle valve untuk menutup
saluran bahan bakar dari pompa ke ruang pelampung.
Ketika bensin di ruang pelampung kosong, maka pelampung akan turun dan mengakibatkan needle valve juga turun dan membuka saluran bensin dari pompa ke ruang pelampung.
Ketika bensin di ruang pelampung kosong, maka pelampung akan turun dan mengakibatkan needle valve juga turun dan membuka saluran bensin dari pompa ke ruang pelampung.
AIR VENT TUBE
fungsi :
- Mempertahankan agar tekanan udara di ruang pelampung
- Sama dengan tekanan udara di air horn
- Jika air vent tube tersumbat dan saringan udara juga buntu, tekanan di dalam air horn menjadi lebih rendah daripada ruang pelampung.
Akibatnya
jumlah bahan bakar yang disalurkan melalui nosel utama bertambah. Ini akan
mengakibatkan campuran menjadi kaya dan kemampuan mesin menurun. Untuk itu air
vent tube harus dijaga jangan sampai tersumbat.
SISTEM STASIONER (KECEPATAN LAMBAT)
Bila mesin berputar idling
![Description: clip_image002[7]](file:///C:\Users\user\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image019.gif)
![Description: clip_image004[5]](file:///C:\Users\user\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image021.png)
bila throtle ditutup, maka vakum yang terjadi di bawah throtle besar. Hal ini menyebabkan bahan bakar yang bercampur dengan udara dari air bleeder keluar dari idle port ke intake manifold dan masuk ke dalam silinder
Sekrup Penyetel Putaran Idle
Agar mesin
dapat berputar stasioner dengan bagus, campuran udara dan bahan bakar harus 11
: 1. perbandingan udara dan bahan bakar ditentukan oleh diameter dalam slow
jet. Penyetelan perbandingan ini diatur oleh sekrup penyetel campuran idle
dengan memutar sekrup tersebut. Disebut juga dengan IMAS (idle mixture ajusting
screw).
screw).
Catatan :
Bila sekrup penyetel idle dikeraskan terlalu keras, maka ujung jarum/sekrup akan rusak, sehingga akan sulit untuk menentukan campuran yang bagus, akibatnya idle akan kasar.
Bila sekrup penyetel idle dikeraskan terlalu keras, maka ujung jarum/sekrup akan rusak, sehingga akan sulit untuk menentukan campuran yang bagus, akibatnya idle akan kasar.
Slow Jet
Jumlah
bahan bakar yang disupply untuk primari low speed circuit, dikontrol oleh slow
jet, bahan bakar tersebut dialirkan melalui slow jet kemudian melewati sekrup
penyetel campuran dan masuk ke silinder.
Catatan :
Catatan :
- Bila slow jet tidak dikeraskan secukupnya akan terdapat kebocoran bahan bakar di sekitar baut slow jet, ini akan menambah jumlah bahan bakar yang disalurkan. Sehingga akan mengakibatkan campuran yang tidak sesuai lagi.
- Jika diameter dalam slow jet terlalu kecil karena tersumbat kotoran misalnya, akan mengakibatkan idling kasar.
Air Bleeder
Ada 2 air
bleeder, yaitu air bleeder no 1, pada saat thotle tertutup dan air bleeder no 2
pada saat throtle terbuka sedikit. Fungsi dari air bleeder tersebut adalah
untuk membuat atomisasi bahan bakar untuk bercampur dengan udara.
Jika air bleeder tersumbat, udara tidak akan mampu untuk bercampur dengan bahan bakar. Hal ini akan mengakibatkan campuran kaya.
Jika air bleeder tersumbat, udara tidak akan mampu untuk bercampur dengan bahan bakar. Hal ini akan mengakibatkan campuran kaya.
Agar diperoleh
campuran yang baik antara bahan bakar dan udara dari air bleeder no 1 dan 2,
maka kecepatan aliran bahan bakar harus ditambah. Untuk menambah kecepatan
aliran bahan bakar digunakan economizer.
Katup Selenoid
Bila mesin
sudah diputar pada posisi OFF, tetapi belum berhenti ini disebut dengan
dieseling. Salah satu penyebab dari dieseling adalah adanya campuran udara dan
bahanbakar yang dibakar oleh karena panas yang berlebihan pada ruang bakar.
Salah satu cara
untuk mencegah dieseling adalah dengan jalan menghentikan supply bahan bakar
yang menuju ke ruang bakar.
PRIMARY HIGH
SPEED SYSTEM
Primary high
speed system berfungsi untuk mensupply bahan bakar pada saat kendaraan berjalan
pada kecepatan sedang dan tinggi.
Pada saat throtle primary terbuka, maka
kecepatan udara yang di venturi bertambah. Sehingga akan terjadi perbedaan
tekanan padaujung nosel dan ruang pelampung dimana tekanan pada ujung nosel
lebih rendah dari pada ruang pelampung. Akibatnya bahan bakat di dalam ruang
pelampung mengalir, dan sebelum keluar melalui nosel dicampur udara dari air
bleeder. Setelah keluar dari nosel campuran tadi diotomisasi oleh udara dari
air horn dan akhirnya masuk ke dalam silinder.
Skema aliran
bahan bakar dan udara pada Primary High Speed System
SECONDARY HIGH SPEED SYSTEM
SECONDARY HIGH SPEED SYSTEM
Primary high
speed system bekerja pada saat mesin bekerja pada beban ringan dan jumlah udara
yang masuk sedikit. Tetapi bila supplay campuran udara dan bahan bakar ke dalam
silinder oleh primary high speed tidak cukup, pada beban yang berat atau pada
kecepatan tinggi, maka secondary high speed akan bekerja. Secondary high
speed system dirancang sama seperti primary hight speed system, tetapi karena
secondary high speed system direncanakan untuk bekerja bila mesin membutuhkan
output yang besar, maka ukuran (diameter) dari nosel, venturi dan jet dibuat
lebih besar dari pada primary high speed system.
Bila mesin
berputar pada putaran rendah, vacum yang dihasilkan oleh bleeder pada primary
masih lemah, sehingga vacum di dalam rumah diaphragma juga masih lemah, dan
secondary throtle valve belum bisa membuka. Bila secondary throttle valve
terbuka, vacum akan timbul pada rumah diaphragma menjadi kuat dan secondary
throttle valve membuka semakin besar. Hal ini menyebabkan udara mengalir ke
secondary ventury dan bahan bakar keluar dari secondary nozzle.
Catatan :
Jika gasket diapragma rusak, vacum yang cukup
kuat untuk membuka secondary throttle valve tidak dihasilkan di dalam rumah
diaphragma, maka tenaga mesin akan turun.
POWER SYSTEM (SISTEM TENAGA)
Jika mesin
harus mengeluarkan tenaga yang lebih besar, maka bahan bakar harus ditambahkan
lebih banyak ke primary high speed system. Sistem yang bertugas menambah
campuran udara dan bahan bakar saat mesin mendapat beban adalah sistem tenaga /
power system.
Bila primary throttle valve hanya terbuka
sedikit (pada bagian ringan) kevacuman dalam intake manifold besar, sehingga
power piston akan terhisappada posisi atas. Hal ini akan menyebabkan power
valve spring B menahan power valve, sehingga power valve menutup.
Tetapi bila primary throttle valve dibuka agak lebar (pada kecepatan tinggi atau jalan menanjak) maka kevacuman pada intake manifold berkurang, dan power piston terdorong ke bawah karena power valve spring A sehingga power valve terbuka. Bila ini terjadi, bahan bakar akan disupplay dari power jet dan primary main jet ke sistem kecepatan tinggi, sehingga campuran menjadi kaya.
Tetapi bila primary throttle valve dibuka agak lebar (pada kecepatan tinggi atau jalan menanjak) maka kevacuman pada intake manifold berkurang, dan power piston terdorong ke bawah karena power valve spring A sehingga power valve terbuka. Bila ini terjadi, bahan bakar akan disupplay dari power jet dan primary main jet ke sistem kecepatan tinggi, sehingga campuran menjadi kaya.
ACCELERATION
SYSTEM (SISTEM PERCEPATAN)
Pada saat pedal
gas diinjak dengan tiba-tiba, maka throttle valveakan terbuka secara tiba tiba,
sehingga aliran udara menjadi lebih cepat. Tetapi karena bahan bakar lebih
berat, maka bahan abakar datang terlambatsehingga campuran manjadi terlalu
kurus. Padahal pada saat ini membutuhkan campuran yang kaya.untuk itu pada
karburator dilengkapi dengan sistem percepatan
Cara kerja :
Pada saat pedal
gas diinjak dengan tiba tiba, plunyer pump bergerak turun menekan bahan bakar
yang ada pada ruangan di bawah plunyer pump. Akibatnya bahan bakar akan
mendorong steelball outlet dan discharge weight kemudian bahan bakar keluar ke
primary venturi melalui pumpjet.
Setelah melakukan penekanan tersebut, plunyer pump kembali ke posisi semula dengan adanya pegas yang ada di bawah plunyer sehingga bahan bakar dari ruang pelampung terhisap melalui stell ball inlet dan sistem percepatan siap dipakai kembali.
Setelah melakukan penekanan tersebut, plunyer pump kembali ke posisi semula dengan adanya pegas yang ada di bawah plunyer sehingga bahan bakar dari ruang pelampung terhisap melalui stell ball inlet dan sistem percepatan siap dipakai kembali.
CHOKE SYSTEM
(SISTEM CHOKE)
Pada saat mesin
dingin, bahan bakar tidak akan menguap dengan baik dan sebagian campuran udara
dan bahan bakar yang mengalir akan mengembun di dinding intake manifold, karena
intake manifold dalam keadaan dingin. Dan ini akan mengakibatkan campuran udara
dan bahan bakar menjadi kurus, sehingga sukar dihidupkan. Sistem cuk membuat
campuran menjadi kaya (1:1) pada saat mesindingin.
Sistem cuk ada dua type yaitu otomatic dan manual.
Sistem cuk ada dua type yaitu otomatic dan manual.
- Type manual
Pada manual
choke, untuk membuka dan menutup katup choke digunakan mekanisme linkage yang
dihubungkan ke ruang kemudi. Jadi bila pengemudi akan membuka dan menutup katup
cuk cukup manarik atau menekan tombol cuk yang ada pada instrument panel.
Pada automatic
choke, katup cuk membuka dan menutup secara otomatic tergantung dari temperatur
mesin.
CARA KERJA :
Pada saat mesin di start :
Katup cuk akan tertutup rapat pada saat
temperatur mencapai sekitar 25 derajat celcius oleh pegas thermosthatic
(bimetal). Bila mesin dihidupkan dalam keadaan katup cuk tertutup, maka akan
terjadi kevakuman di bawah katup cuk. Hal ini akan mengakibatkan bahan bakar
disalurkan ke primari low dan hight speed system dan menyebabkan campuran menjadi
kaya.
Setelah distart :
Bila mesin
distart, pada terminal ”L” timbul arus dari voltage regulator, arus tersebut
akan mengalir ke choke relay, sehingga choke relay menjadi ”ON”. Akibatnya arus
dari ignition swicth mengalir melewati choke relay menuju ke masa electric heat
coil. Bila electric heat coil membara / panas maka bimetal element akan
mengembang dan membuka choke valve. PTC berfungsi untuk mencegah arus yang
berlebihan yang mengalir dari elctric heat coil, bila katup cuk telah terbuka
(temperatur di dalam rumah pegas telah mencapai 100 derajat celcius).
CATATAN :
CATATAN :
- PTC Thermistor = Positive Temperature Coeficient Thermistor. Sifat dari PTC adalah bila temperatur naik, maka harga tahanannya naik.
- Jika katup cuk tetap tertutup setelah mesin dipanaskan, campuran akan kaya, hal ini akan menyebabkan putaran mesin menjadi kasar. Pada kondisi seperti ini pemakaian bahan bakar menjadi boros.
FAST IDLE
MECHANISM
Untuk
menghidupkan mesin pada saat temperatur rendah, sangat diperlukan campuran yang
kaya, akan tetapi untuk mendapatkan putaran idling yang baik pada saat
temperatur rendah maka putaran idling perlu dinaikkan. Untuk ini fast idle
mechanism ditambahkan pada karburator untuk membuka katu throtle valve agar
putaran
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas kita dapat mengambil kesimpulan
bahwa pada dasarnya masing-masing sensor efi mempunyai kegunaan yang berbeda,
yang diatur oleh satu otak yaitu ECU. Semua sensor dkendalikan oleh ECU
sehingga mesin dapat bekerja sempurna. Di jaman sekarang ini teknologi
sangatlah berkembang pesat dimana semua nya sudah dirancang dengan teliti,
sangat bagus, dan dapat memudahkan pekerjaan manusia. Pada dasarnya suatu
penemuan itu akan terus dikembangkan agar dapat menjadi penemuan-penemuan yang
baru, tentunya penemuan yang baru itu akan menghasilkan sesuatu kenyamanan yang
berbeda atau lebih. Pembahasan kali ini adalah menjadi sebuah bukti bahwa
kemajuan teknologi sangatlah pesat, khususnya dunia tomotif ( transportasi ).
Jadi kita harus dapat mengingikuti perkembangan teknologi yang sangat pesat ini
agar bangsa kita tidak semakin terpuruk. Bangsa yang lain sudah bisa membuar
kendaraan berat seperti yang kita bahas. Semoga makalah yang saya buat ini
bermanfaat bagi diri saya sendiri khususnya dan pembaca pada umumnya.
4.2 Saran
Mengingat penulis masih dalam tahap belajar, maka penulis merasa kurang
tepat memberikan saran-saran. Akan tetapi, penulis akan mencoba memberikan
tanggapan yang bermanfaat demi kelancaran Praktek Kerja Industri ( Prakerin )
dimasa yang akan datang. Berikut saran-saran yang berkaitan dengan pelaksanaan
Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) yang akan penulis berikan, antara lain
sebagai berikut :
1. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ), siswa-siswi
diharapkan bertingkah laku yang sopan dan sewajarnya.
2. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ), siswa-siswi harus
menjaga kedisiplinan waktu dan tata tertib dalam perusahaan.
3. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ), siswa siswi harus
mempelajari dan memperhatikan segala sesuatu yang telah diberikan atau
dikerjakan diperusahaan.
4. Bagi siswa-siswi yang akan menjalankan Praktek Kerja Industri ( Prakerin )
hendaknya selalu bertanya apabila mengalami kesulitan.
5. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ), siswa-siswi
diharapkan selalu rajin dan tekun dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang
diberikan perusahaan.
LEMBAR
KONSULTASI
Nama Siswa : Maman Turyana
Kelas : XI TKR
U2
NIS : 15.10150
Program Keahlian : Teknik Kendaraan
Ringan
No
|
Hari/Tanggal
|
Uraian
|
Tanda Tangan
Pembimbing
|
1
|
Sabtu
28 april
2018
|
Judul laporan
|
|
2
|
|||
3
|
|||
4
|
Comal……..,……….2018
|
Pembimbing
Laporan
|
Feri
Kurniawan S,Pd
|





![Description: clip_image002[5]](file:///C:\Users\user\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image014.png)


![Description: clip_image006[5]](file:///C:\Users\user\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image022.gif)



![Description: clip_image003[5]](file:///C:\Users\user\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image028.gif)
![Description: clip_image004[7]](file:///C:\Users\user\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image029.gif)
![Description: clip_image004[9]](file:///C:\Users\user\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image031.gif)


No comments:
Post a Comment